Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minut Sulawesi Utara

Info Wisata Manado: Pemerintah Diminta Kembangkan Community Based Tourism di Desa Budo Minut

Pemerintah diminta mengembangkan community based tourism di Desa Budo agar lebih berkembang. Konsep tersebut melibatkan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Dok. TribunManado.co.id/ Ferdi Guhuhuku
Wisata Manado - Desa Budo di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MINUT - Bagaimana mengelola Desa Budo ke depannya agar bisa berkembang, mendatangkan turis dan yang terpenting manfaatnya dapat dirasakan warga sekitar?

Direktur STIEPAR Manado, Drevy Malalantang, berpendapat penerapan konsep community based tourism (pariwisata berbasis masyarakat) yang mengedepankan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata Desa Wisata Budo secara berkelanjutan.

Masyarakat Desa Budo yang menjadi ujung tombak pengembangan desa wisata harus benar-benar sadar wisata, kreatif, inovatif, dan kolaboratif. 

Kolaborasi yang terjadi yakni kolaborasi antara masyarakat dalam upaya menggali dan mengembangkan potensi desa, mampu memberikan nilai tambah, menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, yang pada gilirannya dapat mewujudkan Desa Budo menjadi destinasi yang unggul dan berkelas dunia.

Salah satu konsep kolaboratif yang dapat diterapkan adalah Konsep Pentahelix yang merupakan kolaborasi lima unsur pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media dalam sebuah agenda pembangunan Desa Wisata Budo kedepan.

Sejauh ini unsur mana yang telah berperan dalam pengembangan Desa Wisata Budo, seberapa significant peran tersebut, hal hal apa yang masih perlu ditingkatkan kedepannya?

Hal ini yang diprogramkan kedepan untuk pengembagan berikutnya secara terukur.

Diketahui Desa Budo, Minut, Sulawesi Utara, meraih Juara I ADWI 2022 Kategori Digital dan Kreatif, dari tujuh penilaian ADWI.

Penilaian tersebut adalah keunikan dan keaslian alam dan buatan, homestay, souvenir, digital dan kreatif, toilet umum, CHSE, dan kelembagaan desa.

Kedepan, ketujuh kategori secara  komprehensif harus mulai menjadi target pengembangan berikutnya  dengan skala prioritas sehingga Desa Budo semakin berkembang menjadi desa wisata yang unggul dari berbagai aspek.

Baca juga: Tindak Lanjut Perintah Kapolda Sulut, Polsek Mapanget Awasi Semua SPBU di Wilayahnya

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Rabu 2 November 2022, Aries Dapat Tekanan, Leo Hilang Kesabaran

Peran Pentaheliks antara lain:

Pemerintah Desa

Terus membangun motivasi dan antusiasme masyarakat untuk bersama-sama membangun Desa Budo, mengoptimalkan kelembagaan desa, membuat  program pengembangan masyarakat, pemerintah provinsi/kabupaten mendorong kebijakan pembangunan yang strategis di Desa Budo, terus membantu dan mendorong program pembangunan Desa Budo, mengkoordinasi para pemangku kepentingan yang berkontribusi.

Pelaku usaha

Mendorong keterlibatan perusahaan dan menerapkan program CSR dalam pengembangan Desa Wisata Budo.

Desa Budo, Kecamatan Wori, masuk Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2022.
Desa Budo, Kecamatan Wori, masuk Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2022. (Kemenpar)

Komunitas/Industri Kreatif/Asosiasi

Mendorong pengembangan produk kreatif unggulan dari desa untuk menjangkau pasar nasional dan global, membantu membuat dan mengipmlementasikan pola perjalanan (travel packaging).

Media

Membuat konten yang mendalam tentang Desa Budo yang mengandung keunikan, story telling yang kemudian dipublikasikan melalui berbagai media publikasi, membantu membangun image, dan membantu membangun jaringan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Lembaga Pendidikan/Akademisi

Baca juga: HUT ke-119 GMIM Pniel Manembo-Nembo Bitung, Maurits Mantiri Panggil Anak Sekolah Minggu

Baca juga: Sosialisasi Gerakan Baper Lantas, Polres Bitung Temukan Pelajar tak Pakai Helm dan Knalpot Bising

Menjadikan salah satu referensi dalam pengembangan penelitian terkait topik pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif,  menjadikan landasan pelaksanaan program pengabdian masyarakat dan magang di Desa Budo, dan membuat kajian akademis program pengembangan desa wisata secara komprehensif berbasis teknologi informasi.

Dalam jangka panjang, kolaborasi tersebut diharapkan membentuk sebuah ekosistem ekonomi kreatif yang merupakan sebuah sistem yang mendukung, kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi, untuk memberikan nilai tambah pada berbagai produk sehingga berdaya saing tinggi.

Terakhir, perkuat amenitas dan variasi aksesibilitas sekaligus menjadi penunjang aspek pemasaran, memperkaya produk dan kemasan yang kreatif, inovatif, dan berkualitas, baik itu berupa barang dan jasa menjadi berbagai atraksi wisata.

Sehingga wisatawan memiliki berbagai pilihan konsumsi produk, serta physical evidence, process, & people (hospitality & services).(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved