Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Alkitab

Kisah Rut, Perempuan Hebat yang Dipakai Tuhan Walau Bukan dari Keluarga yang Sempurna

Berikut Cerita Alkitab mengenai kisah Rut, perempuan hebat yang dipakai Tuhan walau bukan dari keluarga yang sempurna, Rut 1:1-22 TB

Editor: Erlina Langi
Pixabay.com
Illustrasi Kisah Rut, Perempuan Hebat yang Dipakai Tuhan Walau Bukan dari Keluarga yang Sempurna 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut Cerita Alkitab yang akan membahas mengenai kisah Rut, perempuan hebat yang dipakai Tuhan walau bukan dari keluarga yang sempurna 

Terambil dalam Rut 1:1-5 TB

Rut 1:1-5 TB
Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing. 
Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana. 
Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya. 
Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. 
Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

Jauh Dari Rumah

Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah Tuhan sedang bekerja dalam hidup Anda?

Saya seringkali melakukannya, dan kemudian saya teringat akan kitab Rut.

Kita tidak melihat mukjizat atau campur tangan ilahi dari Surga; kita melihat Tuhan bekerja secara halus saat Dia membimbing kedua wanita itu ke jalan pemulihan dan keberhasilan.

Kitab Rut diawali dengan kisah sebuah keluarga yang tinggal di Betlehem.

Mereka tinggal di kota yang dikenal sebagai rumah roti, namun ada kelaparan.

Penulis tidak banyak bercerita tentang keadaan keluarga itu; kita langsung dibawa saat mereka melakukan perjalanan ke tanah Moab. Sejak awal, bangsa Moab adalah bangsa yang tidak bermoral.

Namun, Elimelekh membuat keputusan untuk memindahkan keluarganya dari rumah roti ke negeri asing yang penuh dengan dosa.

Sebelum masuk terlalu jauh ke pasal satu, kita menemukan aplikasi yang penting bagi hidup kita sendiri.

Ketika menghadapi masa-masa sulit, kita tidak boleh mengandalkan pemahaman manusia atau mengambil jalan keluar yang mudah; kita harus mencari kehendak Tuhan.

Elimelekh tidak bertanya kepada Tuhan apa kehendak-Nya, dia juga tidak mempercayai Tuhan.

Sebaliknya, ia memindahkan keluarganya dari tempat umat Tuhan tinggal untuk menetap di negeri yang jahat di mana tidak akan ada tempat untuk menyembah Tuhan dan tidak ada persekutuan dengan orang percaya lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved