Brigadir J Tewas
Ucapan Bharada E kepada Vera Simanjuntak Kekasih Brigadir J di Persidangan
Vera Simanjuntak memberikan kesaksiannya tentang Brigadir J sambil beberapa kali menangis.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Vera Simanjuntak merupakan pacar Brigadir J yang turut dihadirkan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Bharada E.
Pada sidang itu, Vera Simanjuntak memberikan kesaksiannya tentang Brigadir J sambil beberapa kali menangis.
Bharada E yang mendengar kesaksian Vera Simanjuntak di persidangan turut merasakan pilu.
Baca juga: Bharada E di Mata Adik Brigadir J, Reza Hutabarat: Periang dan Humoris, Sering Olahraga Bersama

Sebelumnya diketahui hubungan Brigadir J dan Bharada E dinilai cukup dekat.
Kedua ajudan Ferdy Sambo ini bahkan sering tidur di kamar yang sama.
Hal itu menurut penuturan Deolipa Yumara, mantan pengacara Bharada E.
Pada Deolipa Yumara pun Bharada E sempat bercerita bagaimana sayangnya Brigadir J pada sang kekasih Vera Simanjuntak.
Ia menyebut sering melihat Brigadir J teleponan dengan kekasihnya itu.
"Bharada E kan selalu tidur sama Yosua satu kamar.
Baca juga: Bharada E tak Bantah Kesaksian 12 Saksi, Ada Orang Tua Brigadir J,Keterangan Saksi Benar Semua

Dia kalau sama pacarnya mesra banget, sayang banget," kata Deolipa kepada Karni Ilyas di akun YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (18/8/2022).
Kini melihat Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir J menangis di persidangan, Bharada E bak ikut merasa pilu.
Bharada E pun mencoba menguatkan Vera.
"Saya turut berduka cita kepada mbak Vera untuk tetap dikuatkan," kata Bharada E.
Di sisi lain, Bharada E pun tak menyangkal seluruh pernyataan Vera Simanjuntak yang diungkap dalam persidangan.
Menurutnya, pernyataan di hadapan Majelis Hakim benar.
"Semua pernyataan sudah benar yang Mulia," pungkasnya.
Reza, Adik Brigadir J juga Menangis
Tak hanya Vera Simanjuntak, Reza adik Brigadir J juga menangis saat memberi kesaksiannya di persidangan.
Reza menangis saat mengingat momen dirinya dilarang oleh seorang polisi berpangkat Kombes untuk melihat jenazah sang kakak terakhir kalinya.
Bahkan Reza kala itu sampai memohon ingin ikut mengangkat jenazah kakak masuk ke dalam peti namun ditolak.
"Ketika saya menunggu, Kombes tersebut sempat menghalangi saya untuk melihat (jenazah Brigadir J)," kata Mahareza di ruang sidang utama.
Baca juga: Reza Hutabarat, Ungkap Hal Janggal di Rumah Ferdy Sambo Saat Hari Kejadian Penembakan Brigadir J

Mahareza mengaku tidak mengingat polisi berpangkat Kombes yang menghalanginya melihat jenazah sang kakak.
Bahkan, ia masih dilarang melihat saat jenazah Brigadir J keluar dari ruang otopsi untuk dimasukkan ke peti.
"Sampai saat dikeluarkan dari ruang otopsi pun saya tidak bisa melihat.
Saya tidak bisa, saya tidak diperbolehkan masuk," ujar dia.
Ia hanya bisa melihat jenazah kakaknya ketika hendak dimasukkan ke dalam peti.
"Itu pun saya (memohon), 'izin komandan ini abang saya dimasukkan biarkan saya yang menggendong',' ungkap Mahareza.
"Izin Komandan, saya ingin mengangkat abang saya yang terakhir komandan, izin komandan.
(Dijawab) 'sudah kamu di sini saja'," imbuhnya.
Mahareza tidak diberikan waktu lama melihat jenazah Brigadir J untuk terakhir kalinya.
"Lalu saya mendengar, udah belum sih?".
Ada yang berkata seperti itu. Saya lalu berdoa dan langsung keluar," ujar dia.
Artikel ini tayang di TribunNewsmaker.com
Baca Berita Tribun Manado disini: