Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Bharada E di Mata Adik Brigadir J, Reza Hutabarat: 'Periang dan Humoris, Sering Olahraga Bersama'

Reza Hutabarat adik Brigadir J menceritakan sosok Bharada E di mata dia berikut ini.

Editor: Tirza Ponto
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Bharada E di Mata Adik Brigadir J, Reza Hutabarat: 'Periang dan Humoris, Sering Olahraga Bersama' 

"Saya lupa namanya," jelas Reza Hutabarat.

Kemudian, Reza Hutabarat pun tetap bersikeras untuk bisa melihat jenazah Brigadir J.

Baca juga: Mahareza Rizky, Adik Brigadir J Buat Pengakuan Ini Tentang Bharada E

Reza Hutabarat alias Bripda LL Hutabarat, kawal jenazah kakaknya Brigadir J dari Jakarta ke Jambi usai kejadian Bharada E menembak kakaknya.
Reza Hutabarat alias Bripda LL Hutabarat, kawal jenazah kakaknya Brigadir J dari Jakarta ke Jambi usai kejadian Bharada E menembak kakaknya. (Facebook Roslin Emika)

Hanya saja, polisi tersebut tetap tidak mengizinkan Reza Hutabarat untuk melihat jenazah kakaknya itu.

"Dia melarang sampai saya sedikit ngotot. Izin komandan ini kan saya adik almarhum," ujar Reza Hutabarat.

"Udah kamu tunggu sini saja, itu celananya sedang dipasangin. Udah kamu tunggu sini saja dulu. Kamu sabar," kata Reza Hutabarat menirukan perkataan polisi itu.

Setelah itu, Reza Hutabarat pun tetap tidak diizinkan oleh polisi itu ketika jenazah Brigadir J hendak dimasukkan ke dalam peti.

Sambil menangis, Reza Hutabarat menceritakan ketika dirinya memohon kepada polisi itu untuk menggendong jenazah Brigadir J terakhir kalinya.

Namun, dirinya tetap dilarang.

Lalu ia pun langsung ditarik oleh Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya, AKBP Hendrik Husen untuk ditenangkan.

"Saya ditarik sama Bapak AKBP Hendrik, 'sudah dik, sudah sabar, kita tunggu di sini saja," cerita Reza Hutabarat.

Akhirnya, Reza Hutabarat baru diperbolehkan untuk menyaksikan jenazah Brigadir J ketika sudah dimasukkan ke dalam peti dan dikenakan pakaian dinas kepolisian.

Saat diperbolehkan, Reza Hutabarat pun melanjutkan dengan mendoakan jenazah kakaknya.

Namun di saat yang bersamaan, dirinya mengaku mendengar salah satu polisi yang mengeluh karena doa yang dipanjatkan Reza Hutabarat terlalu lama.

"Saat saya berdoa pun, saya masih mendengar 'Udah belum sih', ada yang bilang begitu," ujarnya.

Setelah selesai berdoa, Reza Hutabarat mengatakan jenazah Brigadir J pun langsung dibawa menuju bandara pada 9 Juli 2022 dini hari.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca Berita Tribun Manado disini:

https://bit.ly/3BBEaKU

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved