Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BACAAN ALKITAB MALAM

BACAAN ALKITAB MALAM - Yohanes 4:1-3 Ketakutan akan Yesus

Dalam konsep atau mindset (pola pikir) maupun harapan dan keyakinan orang Israel, terutama aliran Yudaisme

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
hop.church
Bacaan Alkitab 

  Yohanes 4:1-3
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam konsep atau mindset (pola pikir) maupun harapan dan keyakinan orang Israel, terutama aliran Yudaisme, Mesias atau Kristus yang akan datang bagi mereka adalah seorang raja yang lahir di istana dan menjadi pemimpin politik bagi bangsa mereka.

Jadi Mesias itu akan memulihkan keadaan bangsa Israel sebagai negara secara keseluruhan dalam berbagai hal. Bukan Yesus Kristus seperti yang mereka lihat dengan mata kepala sendiri, yang lahir di Kandang Binatang, di Betlehem. Apalagi Anak tukang kayu.

Kisah Maria, Ibu yang Melahirkan Sang Juru Selamat, Setia Menjaga Yesus hingga Bertumbuh Besar
Kisah Maria, Ibu yang Melahirkan Sang Juru Selamat, Setia Menjaga Yesus hingga Bertumbuh Besar (istimewa)

Padahal, meski lahir di kandang yang hina, Yesus justeru menjadi Raja bukan hanya bagi bangsa Israel, tapi bagi seluruh dunia. Dia juga menjadi Raja bukan hanya di bumi, tapi sampai dalam kehidupan kekal. Yang Yesus pulihkan bukan hanya bangsa Israel, tapi seluruh dunia. Bukan hanya dalam bidang politik, tapi juga semua bidang kehidupan lainnya secara utuh, komprehensif dan sempurna.


Yesus karena Dia sungguh-sungguh adalah Mesias dan Kristus Yang Dinantikan itu pun melakukan berbagai mujizat dan mengajarkan tentang banyak hal, yakni tentang Firman Allah. Berbagai perbuatan ajaib disaksikan banyak orang. Hal itu membuat semakin sangat banyak orang mengikuti Dia.

Kondisi inilah yang menakutkan para tua-tua Yahudi dan orang-orang Farisi. Sebab akan semakin banyak orang yang percaya kepada Dia, sebagai Mesias Yang Akan Datang. Maka berbagai daya upaya mereka lakukan untuk menjerat dan membunuh Yesus. Karena ketakutan kepada-Nya.


Yesus tahu semua niat dan rencana jahat mereka. Termasuk juga Yesus tahu bahwa mereka telah mendengar kalau Yesus telah mendapatkan banyak murid dan membaptis banyak orang. Lebih banyak dari Yohanes.

Padahal sejatinya, Yesus sendiri tidak membaptis. Tapi murid-murid-Nya. Ketika itu, Yesus sedang di Yudea.

Maka, untuk menghindari "benturan" dengan mereka, Yesus meninggalkan Yudea, dan kembali ke Galilea, selanjutnya pergi melintasi daerah Samaria, di Kota Sikhar.


Di sanapun Yesus melanjutkan misi-Nya menyampaikan firman Tuhan dan memerkenalkan diri-Nya kepada perempuan Samaria yang kemudian membuat perempuan yang tadinya tidak percaya itu menjadi percaya Yesus sebagai Mesias dan Tuhan.

Yah, di tengah himpitan, tantangan dan tekanan, Yesus selalu menggunakan waktu dan kesempatan dengan cerdik untuk memberitakan Firman Tuhan. Sekalipun tua-tua Yahudi dan orang Farisi tiada henti mengejar untuk menganiaya bahkan membunuh-Nya.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
   meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya,
  Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea."  (ay 1-4)

Sesungguhnya, kehadiran Yesus menakutkan orang-orang yang tidak tidak setia dan hidup tidak sesuai firman Tuhan. Karena Yesus sendiri adalah Firman yang menjadi Manusia. Sehingga apa yang dilakukan Yesus adalah kebenaran Allah yang sesungguhnya.

Sesungguhnya, jika kita hidup baik, benar dan sesuai firman Tuhan, Yesus bukanlah menakutkan. Bahwa kita hidup takut akan Tuhan, itu harus. Tapi bukan menakutkan sehingga dikesankan menyeramkan. Tapi kalau dalam dimensi hidup takut akan Tuhan, itu artinya karena figur Yesus yang menakjubkan dan mengagumkab. Sehingga kita merasa aman dan nyaman hidup di dalam Dia.

Jadi, bagi kita yang mengenal dan hidup dalam Kristus, Dia bukan menakutkan, tapi menakjubkan dan mengagumkan. Hanya bagi mereka yang suka hidup dalam kecemaran saja ada kesan menakutkan. Karena memang mereka berada dalam bayang-bayang hukuman bukan hanya di bumi, tapi sampai selamanya. Jadi merrka ketakutan dengan kehadiran Yesus.

Karena itu, ikutlah Yesus. Hiduplah dalam-Nya. Teladanilah kepribadian hidup-Nya dan lakukanlah segala pengajaran-Nya. Jangan menjadi seperti orang Farisi yang memusuhi kebenaran Allah sehingga selalu merasa terancam hidupnya oleh kehadiran Kristus yang penuh cinta kasih dan yang menjadi Sumber keselamatan dan kehidupan seluruh umat manusia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved