Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RENUNGAN KRISTEN

RENUNGAN KRISTEN - Menertibkan Bukan Menghancurkan tapi Menyadarkan untuk Membuat Orang Berubah

Dalam menertibkan seseorang, kita harus berhati-hati untuk tidak melakukannya dengan emosi yang berkelebihan atau dengan motivasi yang keliru.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Ba
Bacaan Alkitab 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam menertibkan seseorang, kita harus berhati-hati untuk tidak melakukannya dengan emosi yang berkelebihan atau dengan motivasi yang keliru. Sebab hal tersebut mengakibatkan penertiban itu tidak akan mencapai sasaran yang seharusnya.

Adapun tujuan penertiban yang benar adalah agar orang yang bersangkutan:

a. Sadar dan berubah
b. Memiliki iman yang sehat
c. Dipulihkan kejalan yang benar
d. Tidak turut dihukum bersama dengan dunia

Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab (pixabay.com)

1. Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu. (II Tesalonika 3:14).
Kata “malu” di atas dalam bahasa Yunani adalah entrepo yang berasal dari kata dasar trepo
yang artinya memutar atau mengarahkan seseorang/sesuatu. Jadi, menertibkan bukan berarti menghancurkan, melainkan menyadarkan dan membuat orang tersebut berubah.

2. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman (Titus 1:13).

3. Saudara-saudara, kalaupun seseorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani harus memimpin orang itu ke jalan yang benar (Galatia 6:1)
Kata “memimpin kejalan yang benar” diatas dalam bahasa Yunani adalah katartizo, yang berarti:

a. Memulihkan dan menjadikan baik.
b. Menyesuaikan kembali supaya menjadi teratur.
c. Melengkapi seseorang agar ia menjadi yang seharusnya.

4. Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia (I Korintus 11:32).

RENUNGAN/PENERAPAN :

1. Seseorang yang karena melakukan pelanggaran ditertibkan oleh kepemimpinan dalam jemaat. Namun yang bersangkutan tidak bersedia menerima tindakan tersebut dan dia mencoba mempengaruhi Anda untuk berpihak kepadanya. Apabila menurut Anda pertimbangan dari yang bersangkutan ada benarnya, apakah yang menjadi sikap Anda?

[ ] Berpihak kepada orang tersebut dan memusuhi pemimpin jemaat Anda
[ ] Mencari kesempatan untuk berbicara dengan pemimpin jemaat agar dapat mendengar pertimbangan mereka.
[ ] Bersikap masa bodoh

Didalam Alkitab ditulis: “Jangan menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali didukung dua atau tiga orang saksi” (ITimotius 5:19). Oleh karena itu kita tidak boleh tergesa-gesa berpihak kepada seseorang yang tidak bersedia menerima tindakan penertiban yang diberlakukan atas dirinya, sebelum kita sungguh-sungguh mengerti duduk perkara yang sebenarnya.

2. Seseorang karena pelanggarannya ditertibkan oleh pemimpin jemaat, yaitu dalam bentuk skorsing dari pelayanan selama 3 (tiga) bulan. Di akhir bulan yang ketiga ternyata yang bersangkutan belum juga menunjukkan tanda-tanda pertobatan. Bagaimana sikap kita seharusnya kepada yang bersangkutan?

[ ] Menerima dia kembali karena batas waktu skor singnya sudah tercapai
[ ] Memperpanjang masa skorsingnya

Tindakan penertiban bukan sekedar menghukum seseotang karena kesalahannya. Namun dilakukan demi tercapainya pertobatan dan perubahan dalam hidup yang bersangkutan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved