Bolsel Sulawesi Utara
PCNU Bolsel Sulawesi Utara Ikut Upacara Hari Santri Melalui Zoom
Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mengikuti upacara peringatan hari santri Nasional tahun 2022.
Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Chintya Rantung
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah merilis tema dan logo Hari Santri di Auditorium HM Rasjidi pada Selasa, 21 September 2021, Kantor Kementerian Agama Jakarta.
Dikutip dari kemenag.go.id, Hari Santri pada tahun ini mengusung tema "Santri Siaga Jiwa dan Raga".
Tema Hari Santri tersebut dipilih agar sikap santri Indonesia selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian dunia.
“Jadi, Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di era pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) sekarang ini, di mana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa) demi kepentingan bersama,” ucap Menag Yaqut Cholil (21/9/2021).
Dikutip dari dki.kemenag.go.id, Hari Santri Nasional ditetapkan oleh pemerintah pertama kali melalui Keppres No.22/ 2015.
Keputusan penetapan Hari Santri ini merujuk pada resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya.
Resolusi jihad dilakukan untuk mencegah kembalinya tentara kolonial belanda yang mengatasnamakan NICA.
Hari santri ini tidak hanya merujuk pada komunitas tertentu, tetapi merujuk mereka yang dalam tubuhnya mengalir darah Merah Putih dan tarikan napas kehidupannya terpancar kalimat La ilaha illa Allah.
Penetapan Hari Santri Nasional ini dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan oleh para ulama.
Filosofi Logo Hari Santri
Logo Hari Santri pada tahun 2021 memiliki desain warna-warni yang memberikan kesan lebih fresh dan memiliki filosofi yang mendalam.
Pertama, logo Hari Santri menggambarkan posisi sholat, yang menggambarkan bahwa para kaum santri senantiasa berserah diri kepada Tuhan sebagai puncak dari kekuatan jiwa dan raga.
Kedua, ada yang menggambarkan posisi sujud, sujud adalah gambaran aikhtiar dan ketulusan agar pandemi cepat berlalu.
Ketiga, lambang yang menunjukkan dua orang saling menangkupkan tangan. Ini menunjukkan kebersamaan yang memiliki makna bahwa santri selalu berkolaborasi, bersama dalam suka maupun duka.
Keempat, lambang yang menunjukkan simbol semangat. Ini merupakan keyakinan kaum santri bahwa dengan semangat dan kerja keras, segala sesuatu akan tercapai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/PCNU-Bolsel-PC-GP-Ansor-Bolsel-dan-para-siswa-MTS-saat-mengikuti-Upacara-hari-Santrigjgj.jpg)