Masjid Jakarta Islamic Centre
Mengenal Kubah Masjid Jakarta Islamic Centre yang Terbakar, Ternyata Mengandung Makna Ini
Mengenal Kubah Masjid Jakarta Islamic Centre yang terbakar kemarin Rabu (19/10/2022) sore, ternyata mengandung makna ini
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kubah Masjid Jakarta Islamic Centre terbakar hebat pada Rabu (19/10/2022) sore kemarin.
Masjid Jakarta Islamic Centre berlokasi di Jalan Kramat Jaya Raya, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara ini
Dulunya masjid ini adalah tempat prostitusi, kini diubah jadi tempat ibadah
Ternyata kubah masjid ini mengandung makna terdalam
Yuk simak makna kubah Masjid Jakarta Islamic Centre:
Baca juga: Siapa Sangka, Masjid JIC yang Terbakar pada Awal Dibuka Berisikan 300 Tuna Susila dan 76 Orang Germo
Estetika Kubah Masjid Jakarta Islamic Centre
Mengenai estetika masjid, kubah masjid diletakkan pada bagian leher atau transisi.
Sehingga, kubah masjid terlihat anggun dan monumental.
Lalu, bidang leher dan kubah masjid dimodifikasi sedemikian rupa.
Pada bagian-bagian tertentu diberi bukaan-bukaan dan belahan-belahan yang ditutup dengan kaca patri.
Dengan demikian, cahaya yang masuk menambah indahnya ruangan masjid.
Ornamen dekoratif dan akhiran dari kubah adalah makara bentuk lima piringan mengandung makna lima rukun islam.
Di sebelah utara timur laut terdapat menara yang berfungsi sebagai ciri spesifik masjid dan berfungsi sebagai linemark di lingkungan setempat.
Kubah Masjid Jakarta Islamic Centre diberi kisi-kisi agar cahaya matahari bisa masuk ke dalam ruangan.
Sehingga, saat siang hari, masjid ini tidak perlu menyalakan lampu.
Bangunan masjid ini pun bisa dianggap sebagai bangunan hemat energi.
Di sisi lain, facade bangunan Masjid Jakarta Islamic Centre merupakan facade bangunan yang unik.
Sebab, di setiap bangunan terdapat ornamen persegi delapan.
Bahkan, dari jendelanya berbentuk persegi delapan.
Dalam facade ini, secara tidak langsung akan memberikan kesan religius.
Mengingat, terdapat ornamen persegi delapan yang sudah dianggap sebagai simbol Islam.
Kemudian, konsep warna yang menonjolkan ornamen dekoratif bangunan tampak kontras dengan menggunakan warna-warna alam sebagai warna dasar.
Warna-warna dasar alam yang dipakai adalah kelabu yang mencermikan warna langit dan awan.
Kuning mencerminkan berkas sinar matahari, dan hijau kebiruan mencerminkan warna hutan dan lautan.
Komposisi bangunan ini memiliki atmosfir cerah, anggun, dan berwibawa.
Sejarah Singkat Masjid Jakarta Islamic Centre
Masjid tersebut digagas dan diresmikan gubernur DKI Jakarta saat itu yakni Sutiyoso.
Masjid Jakarta Islamic Centre digunakan pertama kali salat Jumat pada 6 September 2002.
Sementara itu, Masjid Jakarta Islamic Centre diresmikan pada 4 September oleh Gubernur Sutiyoso.
Dikutip dari Jurnal berjudul Studi Pendekatan Estetika Bangunan Jakarta Islamic Center (Studi Kasus Masjid Raya Jakarta Islamic Center Jakarta Utara) karya Tuntun Rahayu, staff pengajar prodi Arsitektur FT UNKRIS, Masjid Jakarta Islamic Centre dibangun pada 2001.
Masjid berdiri di atas tanah eks Lokasi resosialisasi Kramat Tunggak, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pembangunan Masjid Jakarta Islamic Centre menganut perancangan arsitektur Ishar pada 1992.
Perancangan itu menyebutkan, faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam perancangan arsitektur yakni fungsi, struktur, dan estetika.
Dari segi fungsi, Masjid Jakarta Islamic Centre dirancang sebagai implementasi dari fungsi masjid yang sesungguhnya.
Perancangan bangunan Jakarta Islamic Centre dalam pembangunannya dibagi menjadi tiga bangunan utama, yaitu:
1. Masjid yang merupakan bangunan utama Islamic Centre;
2. Bangunan bussiness centre yang dilengkapi dengan perkantoran dan wisma;
3. Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat).
Baca juga: Kebakaran Melanda Kubah Masjid Jakarta Islamic Centre, Langsung Roboh Seketika Tersisa Rangka
Kejadian Awal Kebakaran masjid Jakarta Islamic Centre (JIC)
Kebakaran melanda kubah masjid Jakarta Islamic Centre (JIC), di Jalan Kramat Jaya Raya, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, pada Rabu (19/10/2022) sore ini
Kubah Jakarta Islamic Centre ini juga dikenal dengan Masjid Jami' Jakarta Center
Lahapnya si jago merah merongrong mengakibatkan kubah langsung roboh seketika hingga hanya tinggalkan rangka
Sebelum kubah tersebut roboh, api tampak kepulan asap hitam membumbung dari kubah masjid. Langit pun terlihat menghitam akibat asap dari masjid itu.
Dalam waktu singkat, kubah itu menyisakan kerangka yang telah berubah jadi abu-abu. Detik-detik robohya kubah itu pun sempat terekam oleh warganet.
Kubah roboh seketika hanya dalam hitungan detik setelah sebelumnya dilahap si jago merah dan menyisakan kerangka.
"Ya Allah. Astaghfirullahaladzim," terdengar suara teriakan warga sekitar yang menyaksikan kubah tersebut roboh.
Berdasarkan informasi dari Command Center Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, setidaknya ada 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 55 personel telah dikerahkan.
Adapun proses pemadaman masih berlangsung sejak 15.32 WIB tadi. Untuk pengerahan awal, lima unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan.
Kubah masjid Jakarta Islamic Centre terbakar, asap hitam membumbung tinggi
Kasi Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Abdul Wahid mengatakan, pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk memadamkan api.
Petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 15.24 WIB. Petugas kemudian langsung meluncur ke lokasi, tiba sekitar pukul 15.31 WIB dan mulai memadamkan kobaran api.
Berdasarkan rekaman video yang diterima Kompas.com dari petugas, tampak kepulan asap hitam membubung dari kubah masjid.
Kubah putih itu juga terlihat hangus dilalap api yang berkobar.
Hingga kini, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.
(*)
Telah tayang di Tribunnews.com
https://www.tribunnews.com/metropolitan/2022/10/20/sejarah-masjid-jakarta-islamic-centre-yang-terbakar-diresmikan-sutiyoso-hingga-makna-kubah?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Masjid-Jakarta-Islamic-Centre.jpg)