Breaking News
Kamis, 12 Maret 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Kristen

Renungan Kristen, 2 Korintus 7:10 TB: Dukacita Menurut Kehendak Allah Menghasilkan Pertobatan

Dukacita menurut kehendak Allah ialah pertobatan sejati yang bawa kita kepada metanoia, yaitu perubahan hidup yang dimulai dari perubahan pola pikir

Editor: Erlina Langi
pixabay.com
Renungan Kristen, 2 Korintus 7:10 TB: Dukacita Menurut Kehendak Allah Menghasilkan Pertobatan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan Kristen, 2 Korintus 7:10 TB: dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan

2 Korintus 7:10 TB
Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.

Pertobatan, Dukacita, dan Berbuah

Tanda pertobatan sejati adalah dukacita ilahi dan buah pertobatan.

Pertobatan sejati akan muncul saat kita mengalami dukacita ilahi, yaitu saat kita menyadari dan menyesali dosa-dosa yang telah kita perbuat selama ini telah menyakiti hati Tuhan yang begitu mengasihi kita.

Ada dukacita karena penyesalan yang mendalam dan tulus di hati kita.

Dukacita ini hanya muncul saat Roh Kudus menyentuh hati kita, bukan dibuat-buat karena perasaan atau situasi yang emosional.

Dukacita ilahi adalah pekerjaan Roh Kudus semata, karena Dialah yang mempertobatkan hati manusia.

Kita mengalami dukacita ilahi bukan karena ucapan manusia, walaupun rasanya itu yang kita dengar, tetapi karena pekerjaan supranatural Roh Kudus.

Dukacita ilahi inilah yang membuat kita bertobat sungguh-sungguh dan merindukan perubahan hidup di dalam Kristus, sehingga kita tidak ingin lagi kembali kepada kehidupan lama dalam dosa.

Dukacita ilahi ini pula yang membuat kita mengakui segala dosa kita, yang kelihatan maupun yang tersembunyi, karena dukacita ini muncul karena aliran kasih Tuhan yang membasahi hati kita.

Bukan hanya mengakui segala dosa kita, tapi kita mulai menyerahkan hidup kepada Tuhan agar Tuhan bekerja sepenuhnya dalam hidup kita.

Kita mulai menyerahkan kendali hidup kita kepada Tuhan, karena menyadari dan mengakui Dialah Penyelamat hidup kita.

Kita menyadari bahwa hanya Tuhan yang sanggup mengerjakan perubahan dalam hidup ini.

Dan penyerahan hidup ini dilakukan karena kita sudah merasakan dan mengalami kasih Tuhan yang sejati yang memberi kita pengampunan dan kesempatan baru.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved