Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Nasib Pilu Korban Tragedi Kanjuruhan, Koma 3 Hari, Pendarahan Otak Hingga Kehilangan Ingatan

Nasib pilu dari korban Tragedi Kanjuruhan yang koma selama 3 hari, pendarahan otak hingga kehilangan ingatannya.

Editor: Tirza Ponto
SURYAMALANG.COM/Rifki Edgar
Nasib Pilu Korban Tragedi Kanjuruhan, Koma 3 Hari, Pendarahan Otak Hingga Kehilangan Ingatan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nasib pilu dialami salah satu korban Tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Cahayu Nur Dewata merupakan salah satu Aremanita yang selamat dari tragedi maut pada Sabtu, (1/10/2022).

Cahayu Nur Dewata diketahui sempat koma selama tiga hari di RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Liga Sepakbola Nasional Agak Kacau, Saling Lempar Tanggungjawab Soal Kanjuruhan

Cahayu Nur Dewata, Aremanita korban selamat Tragedi Stadion Kanjuruhan
Cahayu Nur Dewata, Aremanita korban selamat Tragedi Stadion Kanjuruhan saat ditemui di rumahnya di Kota Malang, Rabu (12/10/2022).

Hingga kini Cahayu masih belum bisa mengingat dengan jelas kejadian yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu.

Kondisi gadis yang belum genap berusia 16 tahun itu memilukan.

Cahayu masih dalam proses pemulihan dan hanya bisa duduk lemas di kursi, sembari memegangi ponselnya saat ditemui SURYAMALANG di rumahnya, Rabu (12/10/2022).

Ponsel ini menjadi saksi, dan menjadi alat untuk dirinya kembali mengingat tragedi di Stadion Kanjuruhan pada malam itu.

"Saya tidak ingat," ucap Cahayu, saat awak media mencoba menanyakan kondisi Cahayu Nur Dewata saat di Stadion Kanjuruhan.

Dari keterangan ibunya, Nurul Aini, Cahayu ditemukan tergeletak di tribun 12 Stadion Kanjuruhan setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Cahayu Nur Dewata kemudian dibawa ke Rumah Sakit Wava Husada untuk menjalani perawatan.

Dengan kondisi yang kacau balau pada saat itu, Cahayu kemudian dirujuk ke RSUD Kanjuruhan untuk menjalani perawatan intensif.

Cahayu pun tak sadarkan diri selama tiga hari, dan sempat berteriak histeris setelah sadar dan melihat banyak orang di sekelilingnya.

"Yang menemukan posisi Cahayu ini anak pertama saya di Wava."

"Karena di sana tak segera mendapatkan pertolongan, kemudian dibawanya ke RSUD Kanjuruhan," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved