News Analysis
Cuaca Ekstrem Landa Sulawesi Utara, Pengamat: Persiapkan Mitigasi dengan Baik
Cuaca Ekstrem Landa Provinsi Sulawesi Utara, Drs Agus Santoso Budiharso: Persiapkan Mitigasi dengan Baik.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Provinsi Sulawesi Utara belakangan ini dilanda dengan cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi sudah memperkirakan, wilayah Sulawesi Utara akan dilanda cuaca ekstrem sepekan ke depan.
Pengamat Kebencanaan Drs Agus Santoso Budiharso menilai, dalam menghadapi cuaca ekstrim di Sulawesi Utara, hendaknya Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) dan juga instansi terkait sudah mempersiapkan mitigasi kemungkinan terjadinya bencana.
Ia menjelaskan, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Menurutnya, persiapan dalam mitigasi yang terbaik adalah pemerintah sudah mempunyai peta rawan bencana.
"Kemungkinan rawan bencana yang bisa terjadi saat cuaca ekstrim adalah gerakan tanah dalam hal ini longsor dan juga banjir," jelas Alumni Fakultas Geografi UGM, Keahlian Geomorfologi, Kebencanaan dan Sistem Informasi Geografis.
Santoso melihat langkah-langkah mitigasi harus dijalankan dengan baik, agar tujuan mitigasi tercapai yaitu mengurangi tingkat risiko apabila terjadi bencana yang tidak diharapkan.
Berbagai contoh kegiatan mitigasi dicontohkan Santoso antara lain, pengenalan dan pemantauan risiko bencana, perencanaan partisipatif penanggulangan bencana.
Pengembangan budaya sadar bencana, penerapan upaya fisik, nonfisik, dan pengaturan penanggulangan bencana.
Identifikasi dan pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana, pemantauan terhadap pengelolaan sumber daya alam, pemantauan terhadap penggunaan teknologi tinggi.
Pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan mitigasi bencana lainnya.
Langkah lainnya yang tidak kalah penting adalah tersedianya spatial database kebencanaan dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi geografis (SIG).
Maka kata dia, agar tersedia database ini perlu adanya sumberdaya manusia yang terlatih dalam SIG.
"Sehingga mereka mampu mempersiapkan analisa-analisa kebencanaan yang komprehensif untuk dapat menghasilkan peta rawan bencana dan juga peta risiko rawan bencana secara akurat," jelas Dosen Prodi Geologi Universitas Prisma Manado.
Dia pun berpesan masyarakat agar jangan panik dalam menghadapi cuaca ekstrem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Pengamat-Kebencanaan-Drs-Agus-Santoso-Budiharso-0.jpg)