Tragedi Kanjuruhan

Kesaksian Pemain Arema Adam Alis dan Sergio Silva, Terbayang Tragedi Kanjuruhan

Pemain Arema FC, Adam Alis dan Sergio Silva memberikan kesaksian atas Tragedi Kanjuruhan pada sabtu (1/10/2022) malam.

Photo by AFP
Sedikitnya 127 orang tewas di sebuah stadion sepak bola di Indonesia pada akhir 1 Oktober ketika para penggemar menyerbu lapangan dan polisi merespons dengan gas air mata, yang memicu penyerbuan, kata para pejabat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kesaksian pemain Arema terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.

Adam Alis dan Sergio Silva masih terbayang bagaimana kondisi di Stadion Kanjuruhan waktu itu.

Ada sekitar 20 Aremania yang dibawa masuk ke dalam ruang ganti pemain.

Pemain Arema FC, Adam Alis dan Sergio Silva memberikan kesaksian atas Tragedi Kanjuruhan pada sabtu (1/10/2022) malam.

Baca juga: Gempa Terkini, Info Gempa Hari Ini Selasa 4 Oktober 2022, BMKG: Guncang di Laut

Baca juga: Peringatan Dini Hari Ini Selasa 4 Oktober 2022, BMKG: 34 Wilayah Potensi Alami Cuaca Ekstrem

Suasana di area Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.
Suasana di area Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. (KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)

Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan memakan banyak korban hingga ratusan jiwa dan mendapat sorotan dunia.

Kondisi keos di Stadion Kanjuruhan tak terelakkan pasca-laga Arema FC vs Persebaya dalam pekan 11 Liga 1 musim 2022/2023.

Penyerang Arema FC, Adam Alis masih terbayang jelas bagaimana kondisi di Stadion Kanjuruhan ketika itu.

Suporter yang memenuhi Stadion Kanjuruhan ada yang turun ke lapangan dengan jumlah yang banyak.

Terlibat bentrok dengan pihak keamanan hingga tembakan gas air mata yang menambah parah kondisi di stadion tersebut.

Aremania, sebutan suporter Arema FC yang yang berada turun ke lapangan berusaha mencari pertolongan akibat tembakan gas air mata itu, termasuk ke beberapa pemain Arema FC, dalam laporan BolaSport.

Adam Alis yang ketika itu sedang berada di ruang ganti pemain Arema FC kaget melihat situasi di luar karena kejadiannya begitu cepat.

"Masih teringat di pikiran pemain sampai sekarang," kata Adam Alis, dikutip dari BolaSport.

"Semua melihatnya di dalam ruangan dan suasana begitu mengerikan," bebernya.

Ada sekitar 20 Aremania yang dibawa masuk ke dalam ruang ganti pemain.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved