Brigadir J Tewas
Fakta Mengejutkan di Hari Kejadian Pembunuhan Brigadir J, Dibongkar Rosti Simanjuntak
Rosti Simanjuntak, ibu Brigadir J bongkar suatu hal di pagi hari sebelum Brigadir J dibunuh.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J akan memasuki tahap persidangan.
Kasus pembunuhan Brigadir J tak lepas dari sorotan publik dari awal kasus mencuat.
Fakta demi fakta telah terungkap usai mantan kadiv propam polri Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka.
Baca juga: Sambil Terisak, Rosti Ungkap Sosok Almarhum Brigadir J, Ternyata Punya Insting Luar Biasa

Terbaru, Rosti Simanjuntak selaku ibu dari Brigadir J mengungkap suatu hal yang mengejutkan.
Rosti menuturkan jika Brigadir Yosua menghubungi Rosti pada pagi hari dan mengingatkan agar tetap membaca Alkitab.
Ibunda Yosua itu mengatakan, selama ini memang anaknya tersebut selalu rajin mengingatkan agar keluarga tak lepas dari alkibat dalam kehidupan sehari-hari.
"Dia selalu mengingatkan, baca Alkitab. Harus menjadi keluarga yang taat kepada Tuhan," ungkapnya, di Kompas TV pada Program Rosi yang dipandu jurnalis senior Rosiana Silalahi.
Pesan tersebut sering disampaikan Yosua kepada ibunya pada pagi dan malam hari.
Kepribadian Yosua juga disebutnya selama ini sangat baik, selalu patuh dan taat pada orangtua dan atasan.
Rosti sebagai perempuan yang melahirkan dan membesarkannya, dan juga mendidiknya, sangat meyakini anaknya tidak seperti yang dituduhkan sebagai pelaku pelecehan.
Sangat Terpukul
Ibu dari Brigadir Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak mengatakan masih sangat terpukul dengan kasus pembunuhan anaknya.
Baca juga: Video Vera Simanjutak Menangis saat Kenang Brigadir J: Nggak Mau Saya, Aku Maunya Nikah Sama Abang

Rosti Simanjuntak menyebut sampai saat ini masih sangat bersedih atas peristiwa pembunuhan yang terjadi di Duren Tiga Jakarta Selatan itu.
"Saya masih sedih, hancur hati saya dengna keadaan sekarang ini yang berbelit-belit, belum berujung kasus ini," kata Rosti di program Rosi Kompas TV, Kamis (29/8/2022) malam.
Dia meminta agar keadilan diwujudkan melalui proses peradilan yang akan berlangsung sesaat lagi.
"Keadilan diwujudkan, agar kami dan warga negara di negeri ini bisa merasa damai," ungkap Rosti.
Hingga kini dia belum aktif mengajar sejak pembunuhan tersebut terjadi, 8 Juli 2022.
"Kondisi saya masih terpukul. Saya sesekali ke kantor kalau ada yang harus diselesaikan," jelasnya.
Rosti menyebut, selama ini mendidik Nofriansyah Yosua Hutabarat untuk menjadi anak yang jujur dan bertanggungjawab.
"Dia permata di hatiku, tiada bandingnya. Dia sangat menghargai orangtua, atasan dan komandan. Dia melakukan pekerjaan dengan tulus dan ikhlas," jelasnya.
Pada wawancara khusus di Kompas TV ini, turut hadir juga Vera Simanjuntak, yang dulunya merupakan calon istri Brigadir Yosua.
Rebut Kepolisian dari Tangan Para Mafia
Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak pun menyampaikan bahwa semua pihak harus kompak untuk membenahi kepolisan dan membersihkan kepolisian dari para mafia di dalamnya.
"Kita harus merebut kepolisian dari tangan para mafia, mafia yang suka setor DOA atau dorongan amplop," ujar Kamaruddin Simanjuntak di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Kamis (29/9/2022).
Baca juga: Siapa Sangka, Rizky Billar dan Lesti Kejora Raih Penghargaan Best Couple Ditengah Isu KDRT

Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa nantinya jika kasus pembunuhan berencana Brigadir J sudah di persidangan, para hakim harus melaksanakannya dengan jujur dan seadil-adilnya.
"Jangan seperti kemarin, ada hakim menerima dorongan amplop, dan tertangkap KPK di Mahkamah Agung (MA)," ucap Kamaruddin.
Kamaruddin menambahkan, ia mengajak kepada seluruh masyarakat berdoa kepada majelis hakim yang memeriksa, karena hakim adalah wakil tuhan.
"Kita berdoa untuk mengajak seluruh masyarakat dalam dan luar negeri, untuk berdoa kepada Tuhan, supaya nanti majelis hakim yang memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara korban almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat, betul-betul wakil Tuhan, yang menyatakan keputusannya itu demi keadilan berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa," ucap Kamaruddin.
Selain itu, Kamaruddin menjelaskan terkait ayahanda dari Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yaitu Samuel Hutabarat yang diberitakan sudah menyerah itu tidak benar.
"Itu tidak benar yang beredar bahwa ia menyerah, namun ayahnya kelelahan," ucap Kamaruddin.
Seperti diketahui pihak keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J datang ke Jakarta.
Hal itu dilakukan, karena berkas perkara Ferdy Sambo bersama tersangka lainnya, sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung.
Artikel ini tayang di Tribunnews.com WartaKotalive.com
Baca Berita Tribun Manado disini: