Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mengenal DN Aidit dan Keluarganya, Tokoh PKI, Ternyata Ini Kepanjangan DN

DN Aidit sebagai pemimpin PKI membuat partai tersebut menjadi partai komunis ketiga terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Tiongkok.

Editor: Alpen Martinus
Dok. Handout
Sosok DN Aidit, Pemimpin Terakhir PKI, Mati Usai Mengaku Dalangi Peristiwa G30S 1965. 

DN Aidit adalah tokoh PKI yang kemudian dicari-cari sebagai penanggungjawab kejadian G30S/PKI.

Kejadian 30 September 1965, peristiwa penculikan dan pembunuhan suatu kelompok militer pimpinan Let. Kol. Untung.

PKI dituduh sebagai pelaku dari peristiwa tersebut dan DN Aidit sebagai dalangnya.

Akibatnya, DN Aidit diburu oleh TNI AD.

Tak hanya kehidupan DN Aidit yang berubah semenjak saat itu, tapi keluarganya juga menjadi sorotan masyarakat.

Berikut sekilas kisah keluarga DN Aidit setelah peristiwa G30S/PKI dikutip dari buku 'DN Aidit: dua wajah Dipa Nusantara', seri buku Tempo: Orang Kiri Indonesia.

1. Ayahanda DN Aidit

Ayahanda DN Aidit, Abdullah menginap di kediaman sang anak ketika malam 30 September 1965.

Saat itu, ia melihat DN Aidit dibawa pergi tiga tentara bersama pengawal pribadi bernama Kusno.

Kala kejadian tersebut, sebenarnya ayahanda DN Aidit telah menetap di Belitung.

Ayahanda DN Aidit melihat massa berteriak-teriak saat mendatangi rumah DN Aidit.

Kejadian tersebut berlangsung saat hari ditemukannya lima jenazah jenderal di Lubang Buaya.

Adanya peristiwa itu, ayahanda DN Aidit kerap menghibur cucu-cucunya jika DN Aidit dan ibunda mereka akan pulang.

Putra bungsu Abdullah DN Aidit, Murad DN Aidit menyatakan, sang ayah terbang ke Belitung kemudian dan menetap disana.

3 tahun setelahnya, sang ayah jatuh sakit dan meninggal dunia saat rumah kosong karena sang istri, menginap di rumah saudaranya.

Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved