Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Sambil Terisak, Rosti Ungkap Sosok Almarhum Brigadir J, Ternyata Punya 'Insting Luar Biasa'

Rosti Simanjuntak mengungkap sosok almarhum Brigadir J dan meminta sejumlah pihak untuk terus mengawal kasus pembunuhan Brigadir J ini.

Editor: Tirza Ponto
Kolase Tribun Manado/ Youtube channel Bonapasogit Studio/ Handout
Sambil Terisak, Rosti Ungkap Sosok Almarhum Brigadir J, Ternyata Punya 'Insting Luar Biasa' 

Punya jabatan di kepolisian, Yosua justru enggan menampakkan hal itu ke orang-orang di kampungnya.

Saat pulang ke rumah, Yosua akan mengenakan pakaian sederhana yakni celana pendek dan sandal jepit.

Baca juga: Kisah Perjuangan Kamaruddin, Kawal Kasus Brigadir J Hingga Sakit, Balas Ribuan Pesan Tiap Hari

Tangis ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak pecah
Tangis ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak pecah tatkala meminta bantuan publik untuk mengawal kasus kematian Yosua oleh Ferdy Sambo Cs.

Melihat sosok rendah hati Yosua, Samuel Hutabarat sempat protes.

"Bang, kamu ini bikin malu bapak, kok gitu cara berpakaiannya datang ke sini ?" pungkas Samuel Hutabarat.

"Pak, ini kan Sungai Bahar, enggak usah berlebihan. Pakai celana pendek, pakai sandal jepit," kata Samuel seraya menirukan perkataan Brigadir J.

Tangisan Ibunda Yosua

Tak hanya Samuel Hutabarat yang bercerita, Rosti Simanjuntak pun turut bersuara.

Dalam undangan wawancara di sebuah kafe di Jambi, Rosti Simanjuntak berurai air mata saat diminta bercerita soal sosok almarhum Yosua.

Memulai cerita, Rosti Simanjuntak menyebut Yosua adalah titipan Tuhan yang paling berharga dalam hidupnya.

"Semenjak kecil, memang anak ini dititipkan Tuhan, merupakan harta yang berharga di keluarga kami, terlebih saya ibunya yang sudah melahirkan, membesarkan, mandiri mengajarinya," ungkap Rosti Simanjuntak dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Youtube Bonapasongit Studio, Sabtu (24/9/2022).

Setali tiga uang dengan sang suami, Rosti mengakui bahwa Yosua adalah anaknya yang paling penurut.

Dalam keadaan apapun, Yosua tidak pernah mengeluh atau membantah ucapan sang ibu.

Karenanya saat mendengar Yosua telah tiada, hati Rosti hancur berantakan.

Baca juga: Vera Simanjuntak Ziarah ke Makam dan Datangi Rumah Brigadir J, Masih Sering Mimpikan Sang Kekasih

"Kalaupun diceritakan, sangat berat, mungkin kalau saya ceritakan, antara percaya enggak percaya. Apapun penderitaannya, dia ( Yosua) menerima dan tidak pernah berkata apapun saking penurutnya, dan patuhnya, itu kelebihan di antara mereka berempat," kata Rosti Simanjuntak.

Mengenang sosok Brigadir J, Rosti menyebut putranya bisa mengerjakan semua pekerjaan.

Halaman
123
Sumber: TribunNewsmaker
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved