OTT KPK

KPK Bersedih, Lembaga Penegak Hukum Tercemari, Keadilan Ditukar dengan Uang

KPK ungkap kesedihannya terkait sejumlah pejabat lembaga penegak hukum terlibat dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA.

Editor: Tirza Ponto
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
KPK Bersedih, Lembaga Penegak Hukum Tercemari, Keadilan Ditukar dengan Uang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudrajad Dimyati, Hakim Agung pada Mahkamah Agung (MA) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Hal ini mendatangkan keprihatinan dari seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Sosok Hakim Agung MA, Sudrajad Dimyati, Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Suap Rp 800 Juta

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di ruang rapat Komisi III DPR, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di ruang rapat Komisi III DPR, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019). (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Atas kasus ini, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron pun merasa prihatin bahkan sedih.

Lingkungan yang seharusnya digunakan sebagai lembaga penegak hukum ini malah tercemari tindak pidana.

"KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan," kata Ghufron dikutip dari Kompas.com, Kamis (22/9/2022).

Semestinya, lanjut Ghufron, aparat penegak hukum harus menjadi pilar keadilan bagi bangsa.

Ghufron menyayangkan keadilan dapat ditukar dengan uang.

Ghufron berharap operasi penangkapan terhadap insan hukum ini menjadi pennagkapan yang terakhir.

"Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti tapi masih tercemari uang," sambung Ghufron.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved