Brigadir J Tewas

Akhirnya Terungkap Kakak Asuh Diduga Akan Bermain di Persidangan demi Ferdy Sambo Dihukum Ringan

Muradi, mantan penasihat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menduga kakak asuh Ferdy Sambo akan bermain di proses persidangan nantinya.

Tribun Manado/Gryfid Joysman Talumedun
Kakak Asuh Diduga Akan Bermain di Persidangan demi Ferdy Sambo Dihukum Ringan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok kakak asuh Ferdy Sambo masih menjadi misterius hingga saat ini.

Diketahui sosok kakak asuh mulai beraksi sejak Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka.

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya sendiri Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kini Muradi, mantan penasihat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menduga kakak asuh Ferdy Sambo akan bermain di proses persidangan nantinya.

Tujuannya, agar Ferdy Sambo lolos dari jerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

Kakak Asuh Diduga Akan Bermain di Persidangan demi Ferdy Sambo Dihukum Ringan.
Kakak Asuh Diduga Akan Bermain di Persidangan demi Ferdy Sambo Dihukum Ringan. (Kolase Tribun Manado)

Menurut Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran Bandung itu, lamanya penetapan tersangka Ferdy Sambo diduga tak lepas dari upaya intervensi sang kakak asuh tersebut.

Adapun penetapan tersangka Ferdy Sambo dalam kasus tewasnya Brigadir J diketahui memakan waktu lebih dari satu bulan sejak insiden berdarah pada 8 Juli 2022 lalu.

"Saya melihatnya seperti itu, polanya kelihatan," kata Muradi yang dikutip dalam program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Rabu (21/9/2022).

"Kan ada empat tahapan nih. Pertama, soal penersangkaan FS yang akhirnya gagal. Kapolri dengan timsus tetap menersangkakan yang bersangkutan.
Kemudian, lanjut Muradi, upaya intervensi yang dilakukan selanjutnya oleh 'kakak asuh' itu terjadi pada saat Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pemecatan Ferdy Sambo.
"Tahapan kedua adalah sidang komisi, mereka juga keras, tapi kemudian Pak Agung (Irwasum Polri) dan kawan-kawan menolak juga, akhirnya PTDH,” ujar Muradi.
Setelah dua upaya intervensi tersebut gagal, Muradi menuturkan, kakak asuh Ferdy Sambo tak berhenti.
Mereka mencoba membela Ferdy Sambo dengan mengajukan upaya banding atas putusan PTDH tersebut.
"Ketiga adalah banding. Harapannya banding ini akan ada proses diskusi dan sebagainya, tapi kemudian ditolak," tuturnya.
Menurut Muradi, dengan gagalnya tiga upaya intervensi tersebut, tak membuat kakak asuh Ferdy Sambo berhenti.
"Tiga-tiganya ini sudah lolos nih, sudah sesuai dengan harapan publik ya, dengan harapan presiden," kata dia.
Muradi menduga kakak asuh Ferdy Sambo akan bermain di proses persidangan nantinya. Tujuannya, agar Ferdy Sambo lolos dari jerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana.
"Sekarang tahapan yang terakhir ini juga agak khawatir kalau tidak dikawal betul," tutur Muradi.
Ia khawatir mereka akan mendekati jaksa penuntut umum maupun hakim agar hukuman yang dijatuhi Ferdy Sambo ringan.
"Dugaan saya ke arah sana, untuk mengurangi hukuman. Kan hukuman maksimal ini mati," ujar Muradi.
"Kalau saya bilang dari awal ini ada yang berupaya meringankan, saya kira ini harus dikawal betul."

 

Artikel telah tayang di: Kompas.tv
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved