Psikolog Ungkap Alasan Mengapa Seseorang Selingkuh, Ternyata Bukan Komunikasi Tapi Berawal dari Ini
Kasus perselingkuhan biasanya terjadi akibat kurangnya komunikasi, komitmen dan pola asuh orang tua
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang psikolog ungkap alasan mengapa seseorang selingkuh, ternyata bukan komunikasi tapi berawal dari ini
Akhir-akhir ini kembali lagi marak soal kasus perselingkuhan
Khususnya yang menimpa selebrity
Kasus perselingkuhan yang kerapkali dilontarkan karena kurangnya komunikasi memanglah benar, namun ternyata siapa sangka bahwa kasus perselingkuhan ternyata bermula sejak seseorang masih kanak-kanak.
Hal tersebut terjadi karena perilaku manusia ketika dewasa dipengaruhi dari faktor masa kecilnya, termasuk dalam hal kesetiaan.
Pola asuh orangtua memberikan pengaruh yang amat besar dalam kondisi psikologis anak.
Hal ini bukan hanya berdampak ketika masih berusia kanak-kanak, namun mampu bertahan hingga usia dewasa.
Baca juga: Kenali, Ini Tanda-tanda Chemistry yang Sesungguhnya Dalam Hubungan
Jovita Maria Ferliana, M.Si, psikolog yang fokus pada anak, keluarga dan remaja menyampaikan fakta ini pada webinar bertajuk "Perfect in Imperfection" pada Kamis, (23/9/2021).
Menurut dia, salah satu yang amat berpengaruh adalah emotional deprivation alias deprivasi emosi yakni ketika seseorang merasa tidak diperhatikan dan dipedulikan.
Penyebabnya karena merasa tidak mendapatkan kehangatan, kasih sayang, dan cinta dari keluarga ketika masih kecil.
"Seseorang dengan kondisi ini cenderung meyakini bahwa dirinya tidaklah penting," kata dia dalam acara yang digelar Gading Konseling ini.
Sebagai balasannya, pribadi tersebut tidak ingin memedulikan orang lain dan gemar mencari perhatian untuk dirinya sendiri.
Perilaku yang cenderung muncul, tambah Jovita, adalah kebiasaan bergonta-ganti pasangan, teman dekat, pekerjaan dan berbagai hal lainnya.
Tujuannya untuk mendapatkan kesenangan dan perhatian yang luput didapatkannya ketika kanak-kanak.
Baca juga: Psikolog Ini Ungkap Hal-hal yang Jadi Penyebab Perselingkuhan
"Misalnya sering berganti pasangan, suka ghosting atau perilaku tidak setia lainnya," ujar Jovita lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kasus-pembunuhan-gara-gara-perselingkuhan.jpg)