Brigadir J Tewas
Kekhawatiran Pendeta Gilbert Lumoindong pada Kasus Brigadir J, Ungkit Kesalahan Fatal Ferdy Sambo
Dibalik pengakuan Brigadir J ternyata sosok Pendeta Gilbert Lumoindong sempat mendampingi Bharada E.
Penulis: Glendi Manengal | Editor: Glendi Manengal
Pendeta Gilbert pun mengungkit soal kasus di KM 50 yang menimpah laskar FPI.
"Saya khawatir ada permainan Politisasi juga, dengan yang dihubung-hubungkan selalu dengan KM 50 karena beliau yang waktu itu menjadi Kadiv Propam adalah Irjen Pol Ferdy Sambo, sehingga ini pun kemudian menjadi alasan untuk diledakannya kasus ini lebih parah lagi" ucap Pendeta Gilbert.
3. Kesalahan Fatal dari Ferdy Sambo
Melalui Youtubenya pendeta Gilbert Lumoindong pun ungkit soal kesalahan fatal dari Ferdy Sambo dimana ada rekayasa cerita hingga penghilangan barang bukti.
"Sebuah kesalahan Fatal dari Ferdy Sambo karena sempat merekayasa cerita, tentang kejadian tembak menembak, dan ini tidak bisa diterima banyak orang, tidak bisa diterima institusi Polri karena ada obstruction of justice iya kan, ada penghilangan barang bukti dll.
Setelah itu Gilbert Lumoindong pun menyebut soal kasus pemerkosaan di Magelang yang mungkin terjadi jadi salah satu alasan Ferdy Sambo marah.
Pendeta Gilbert pun berdoa agar Fakta-fakta di persidangan akan jelas, kebenaran harus benar dan kesalahan harus salah.
Terkait hal tersebut siapa sebenarnya sosok pendeta Gilbert Lumoindong?
Sosok Gilbert Emanuel Lumoindong
Gilbert Emanuel Lumoindong merupakan seorang pemimpin atau gembala siding jemaat pada Gereja Bethel Indonesia, Glow Fellowship Centre di Jakata.
Gilbert Emanuel Lumoindong lahir pada tanggal 26 Desember 1966.
Gilbert Emanuel Lumoindong dikenal sebagai umat kristiani Ketika bergabung dalam pelayanan Gospel Overseas (GO) Studio.
Dia bekerja sebagai sebagai host program penyegaran rohani Agama Kristen di salah satu televisi swasta pada tahun 1992 hingga 1997.
Informasi menyebutkan bahwa masa kecil Gilbert Emanuel Lumoindong pernah mengidap suatu penyakit syaraf otak.
Seiring dengan vonis dokter tersebut, orangtua Gilbert pun mulai aktif mendatangi suatu Persekutuan Doa (PD) untuk meminta doa kepada Tuhan.