Manado Sulawesi Utara
Ditabrak Mobil, Dirampok hingga Dirundung, Tunanetra Manado Rentan Jadi Korban Kekerasan
Hingga saat ini, difabel di Manado masih sering mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari masyarakat. Beberapa dari mereka pernah sengaja ditabrak.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Berdasarkan data Dinas Sosial Manado, ada 126 tunanetra di Manado, Sulawesi Utara.
Dari jumlah tersebut, 69 di antaranya menjual tisu di jalan.
Tunanetra penjual tisu ini kerap mengalami perlakuan tak mengenakkan dari masyarakat, seperti cibiran hingga perlakuan fisik.
Salah seorang tunanetra yang berjualan tisu, Yohanes Disa (44), mengaku beberapa kali ditabrak oleh kendaraan.
Ia menduga itu kesengajaan.
"Mereka menyenggol saya, baik motor maupun mobil," kata dia, Kamis (22/9/2022).
Ia sering ditabrak dengan kaca spion kendaraan saat sedang jualan di lorong penghubung Jalan Samrat dan Jalan Pierre Tendean, Wenang, Manado.
Tapi hal paling menyakitkan adalah tudingan masyarakat.
Ada yang menyebutnya pura-pura buta.
"Ada yang sebut kami ini pengemis," kata dia.
Baca juga: Akhirnya Terungkap Hal yang Membuat Verrell Bramasta Ragu Menikahi Natasha Wilona
Baca juga: Volodymyr Zelensky Tuding Rusia tak Ingin Perdamaian, Ungkap Beberapa Kejahatan Putin
Yohanes tak pernah mau disebut pengemis, ia adalah seorang pedagang.
"Kalau mau beli, saya ada barang kembalian," ujarnya.
Meski begitu, Yohanes mengaku ada orang buta yang mengemis.
Tapi itu karena negara tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka, padahal itu disyaratkan oleh Undang-Undang.
"Mereka tak berdaya, tak cari uang tak makan," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/yohanes-disa-Foto-sendiri.jpg)