Info
11 Penyebab Mengapa Seseorang Tetap Bertahan Walau Dalam Toxic Relationship dan Susah Melepaskannya
Rasa takut akan kesendirian dan harga diri yang rendah adalah pemicu yang kuat untuk tetap menjalin hubungan walau hubungan itu beracun
Istilah sunk-cost fallacy mengacu pada fenomena di mana seseorang ragu-ragu untuk menghentikan sesuatu yang mereka mulai karena mereka sudah menghabiskan banyak waktu dan energi.
Padahal, bisa jadi berhenti merupakan keputusan terbaik untuk mengubah hidup.
Sunk-cost fallacy berperan dalam kesulitan kita meninggalkan toxic relationship jika kita sudah mengorbankan banyak waktu dan energi, dan rasa takut untuk memulai hubungan baru dari awal.
4. Berharap pasangan akan berubah
Berharap pasangan kita akan berubah dapat menimbulkan kekecewaan sekaligus menurunkan kemampuan kita untuk melihat bahaya di depan mata.
Jika kita berpegang teguh pada harapan semu seperti itu, sama saja kita mengunyah remah-remah makanan dan berharap kita bisa merasa kenyang dari remah-remah tersebut.
5. Lebih mementingkan status hubungan
Beberapa faktor seperti budaya di lingkungan masyarakat sekitar, pendidikan keluarga, atau usia yang sudah tak lagi belia memaksa kita untuk berkencan dengan seseorang.
Akibatnya, status hubungan menjadi sesuatu yang berharga bagi kita, meskipun hubungan itu tidaklah sehat.
Perlu diketahui, status hubungan tidak menggambarkan siapa diri kita.
Ketika kita mementingkan status hubungan, kita tidak dapat membuat keputusan yang selaras dengan nilai-nilai yang kita anut.
Dampaknya, kita lebih cenderung memertahankan hubungan tersebut dengan mengorbankan diri sendiri.
6. Kita tidak tahu siapa diri kita di luar hubungan itu
Jika kita kehilangan identitas atau tidak mendapatkan support system selama menjalani hubungan yang beracun, kita akan kesulitan melepaskan hubungan itu karena kita tidak mengenali siapa diri kita tanpa adanya pasangan.
7. Merasa semua salah kita