Sulawesi Utara

PLN Suluttenggo Akan Bangun 3 SPKLU Baru Tahun ini, Berikut Lokasinya 

PLN Suluttenggo akan menambah SPKLU. Jalan Trans Sulawesi menjadi fokus utama karena melihat kapasitas baterai mobil.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (PLN UIW Suluttenggo) fokus menyiapkan fasilitas penunjang ekosistem kendaraan listrik. 

PLN Suluttenggo berencana menambah tiga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). 

"Rencananya akan tambah tiga lagi di tahun ini," kata GM PLN UIW Suluttenggo, Leo Basuki melalui Manager Customer Experience, Stenly Mangerongkoda, Rabu (21/09/2022). 

Katanya, SPKLU baru itu akan ditempatkan masing-masing satu unit di tiap provinsi. 

"Sasaran kita di Trans Sulawesi. Mungkin di jalur ke Gorontalo, dan Trans ke Palu," ujar Stenly lagi. 

Jalur Trans Sulawesi jadi prioritas karena melihat kapasitas baterai mobil listrik. 

Baca juga: Puri Manado Permai Tawarkan Rumah Konsep Green Living, Berikut Daftar Promonya 

Baca juga: Akhirnya Terungkap Dua Sosok yang Diduga Jadi Bos Mafia Konsorsium 303, IPW Desak Polri Bongkar

"Ada yang 300 kilometer dan ada yang 200 kilometer. Itulah kenapa harus di jalur trans sehingga nanti membantu pemilik mobil listrik. Tak perlu khawatir ketika jalan jauh," katanya. 

Sejauh ini, PLN UIW Suluttenggo telah membangun lima unit SPKLU di Sulut dan Sulteng. 

Rinciannya, dua unit di Kawasan Megamas dengan kapasitas masing-masing 25 kW dan 7 kW.

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara. (Tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)

Satu lagi di kantor PLN UIW Suluttenggo. 

Dua SPKLU lainnya di Kota Palu, ditempatkan di kantor Gubernur Sulteng dan PLN UP3 Palu. 

Di sisi lain, Stenly mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir untuk membeli kendaraan listrik. 

Baca juga: Brigjen Hendra Diduga Naik Jet Pribadi Milik Bos Mafia Konsorsium 303 Saat Temui Keluarga Brigadir J

Baca juga: Perjuangan Yohanes Disa untuk Jadi Guru Tunanetra, Ongkosi Kuliah dengan Jualan Tisu

"Banyak yang mengira akan kesulitan mengisi baterai. Padahal setiap membeli kendaraan listrik akan mendapatkan fasilitasi home charging," jelasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved