RHK Jumat 16 September 2022
RENUNGAN HARIAN KELUARGA - Ulangan 4:15-19 Jangan Membuat Patung Berhala yang Menyerupai Apapun
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Kata “berhala” yang terdapat dalam ayat 16 menggunakan
– Ulangan 4:15-19 –
"Hati-hatilah sekali — sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api —
supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apa pun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan;
yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara,
atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi;
dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka,"
---------------------------------

TRIBUNMANADO.CO.ID - Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kata “berhala” yang terdapat dalam ayat 16 menggunakan bahasa Ibrani “Pesel” yang mengacu pada patung berhala terbuat dari kayu atau batu yang diukir.
Sedangkan dalam Alkitab New International Version memakai kata “idol” yang dalam bahasa Yunaninya disebut “eidolon” yang dapat berarti patung atau rupa-rupa yang disembah/diidolakan.
Pada hakikatnya berhala merupakan suatu istilah hinaan yang mengungkapkan asnl-usulnya dalam pengertian ilah-ilah yang disembah bangsa-bangsa lain di luar Israel.
Dan juga dalam pengertian asal usul bahannya yang merupakan buatan tangan manusia seperti patung pahatan/ulkiran maupun patung dari logam tuangan dan berupa lukisan.
Dalam sejarah petialanan bangsa Israel telah terbukti bahwa sebelurn mereka tiba di negeri yang dijanjikan itu sudah ada kelakuan busuk dengan membuat patung berhala berupa anak lembu emas saat mereka dalam kegelisahan menunggu kembalinya Musa dari gunung Sinai untuk menerima hukum Allah (Lih. Kel. 32). Bahkan ketika mereka hampir tiba di tanah Kanaan, terjadi peristiwa penyembahan Baal-Peor di dataran Moab (4:3).
Dengan dernikian Musa memberi peringatan yang tegas kepada bangsa itu melalui perkataan “hati-hatilah sekali (ayat 15) Perkataan serupa juga terdapat pada ayat 23 sebagai suatu pengulangan supaya mereka tidak mengulangi dosa yang serupa.
Karena sebagai umat pllihan Allah, mereka memiliki hubungan yang istimewa dengan Allah yang Benar, Esa dan Hidup Selain itu, penyembahan berhala mempakan suatu kekejlan atau kehinaan di hadapan Allah yang membangkitkan kecemburuan-Nya (bnd. Ayat 24),
Keluarga Kristen yang dikasthi dan diberkati Tuhan Yasus,
Melalui firman Tuhan saat ini, kita diingatkan bahwa penyembahan patung berhala dalam rupa apapun tidak hanya dalam bentuk ibadah pagan yang batil tetapi setiap orang dapat saja menyernbah berhak ketika ia rnenghormati, memuliakan dan mengidolakan sesuatu atau seseorang yang sebagai ganti Tuhan Allah yang hidup.
Hal itu bisa berupa dewa-dewi, roh-roh jahat, jimat, kekuasaan, kesenangan, jabatan, orang yang berpengaruh, uang, harta kekayaan, produk teknologi dan sebagainya.
Karena itu, betapa pentingnya kita sebagai keluarga Kristen untuk terus menerus mengajarkan kehidupan yang takut akan Tuhan bagi anak, cucu, cicit kita sehingga persekutuan keluarga dan gereja yang setia menyembah dan beribadah kepada Tuhan akan berlangsung seumur hidup. Amin
Doa: Tuhan Allah karni yang Esa dan hidup, ajarlah keluarga kami untuk setia menyernbah-Mu dan menuruti kehendak firman-Mu dengan tidak melupakan dan mengabaikan perintah dan ketetapan-Mu. Amin