Wisata Manado

Mau Wisata Manado Religi? Yuk ke Masjid Awwal Fathul Mubien, Tempat Pertama Syiar Islam di Minahasa

Nah bagi Anda yang ingin Wisata Manado tak ada salahnya di hari Jumat ini untuk mencoba wisata religi di Masjid Awwal Fathul Mubien.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Capture Youtube Tribun Manado Official
Mau Wisata Manado Religi? Yuk ke Masjid Awwal Fathul Mubien, Tempat Pertama Syiar Islam di Minahasa. Masdjid Awwal Fathul Mubien di Jl Sultan Hasanuddin, Tuminting, Kota Manado, Sulut. Masjid ini berdiri sejak 1770. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info Wisata Manado hari ini Jumat 16 September 2022.

Seperti diketahui hari Jumat merupakan hari yang paling spesial bagi umat Islam.

Hari Jumat juga sudah memasuki waktu weekend.

Nah bagi Anda yang ingin Wisata Manado tak ada salahnya di hari Jumat ini untuk mencoba wisata religi di Masjid Awwal Fathul Mubien.

Nah untuk info Wisata Manado hari ini, Anda bisa datang ke Masjid Awwal Fathul Mubien.

Masjid Awwal Fathul Mubien merupakan tempat pertama syiar Islam di Minahasa.

Ya Masjid Awwal Fathul Mubien adalah tempat pertama syiar agama Islam di Tanah Minahasa.

Masjid Awwal Fathul Mubien, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.
Masjid Awwal Fathul Mubien, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. (Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)

Sejarah Masuknya Agama Islam di Tanah Minahasa

Sejarah masuknya agama Islam di Tanah Toar Lumimuut, tak bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya Masjid Agung bernama Awwal Fathul Mubien yang merupakan Masjid tertua di Kota Manado, Sulawesi Utara ( Sulut  ).

Lokasinya berada di bagian utara Kota Manado, tepatnya di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Kampung Islam, Kecamatan Tuminting.

Untuk akses ke Masjid ini, sebetulnya cukup mudah karena hanya beberapa menit saja dari pusat Kota Manado.

Ada dua jalur pilihan untuk bisa mencapai masjid ini, yakni melalui jembatan Megawati di Jl. Hasanudin atau melalui Jembatan Soekarno, penghubung jalan Boulevard - Boulevard Dua.

Secara fisik bangunannya sudah mengalami lima kali renovasi, sudah tidak nampak keaslian rumah ibadah yang pertama dibangunnya bersifat langgar (tahun 1776).

Masdjid Awwal Fathul Mubien di Jl Sultan Hasanuddin, Tuminting, Kota Manado, Sulut. Masjid ini berdiri sejak 1770.
Masdjid Awwal Fathul Mubien di Jl Sultan Hasanuddin, Tuminting, Kota Manado, Sulut. Masjid ini berdiri sejak 1770. (Capture Youtube Tribun Manado Official)

Sejarah Masjid Awwal Fathul Mubien

Sejarah awalnya dari 1760 dibawah kekuasaan kolonial Belanda, ada beberapa orang Muslim asal Ternate, Makiang dan Ambon datang bermukin di Manado.

Kemudian pada 1770 mulai berdatangan muslim dari Jawa Tengah, Jogjakarta dan Jawa Timur sehingga mereka menetap dan memberi nama desa Suraya (jenis tumbuhan yang tumbuh diwilayah ini) dan sekarang namanya Kampung Islam.

Lanjutnya, pada 1776 mereka membuat tempat ibadah bersifat darurat berbentuk Langgar, belantai tanah, atap daun rumbia serta dinding anyaman bambu.

Orang Muslim mulai berdatangan dari Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sulawesi serta Jamaah dari Yaman Hadra Maud.

Mereka berprofesi sebagai pedangang, guru agama mengajar baca Al-Quran, Maulida, Barzanji, Handra, Samrah dan bela diri pencak silat. "Semua budaya itu masih terpelihara sampai sekarang" tuturnya.

Seiring dengan bertambahnya jumlah jamaah, pada 1802 status tempat ibadah itu menjadi Masjid, selanjutnya pada 1830 mengalami renovasi menjadi ukuran 8 x 8 meter persegi, berpondasi batu karang dan lantai papan, membangunan itu bertepatan dengan dibuangnya pangeran Diponegoro beserta pengikutnya ke Manado.

Kemudian pada 1930 terjadi renovasi ke tiga menambah luas bangunan menjadi 8 x 12 meter persegi, seterusnya tahun 1950, 1967, 1975, menambah luas bangunan dan bagian interior serta 1983 dibangun menara masjid sebagai pelengkap.

Akhirnya pada 1994 bangunan mengalami penambahan tiga meter samping kiri dan kanan. Fisik bangunan ini bisa bertahan sampai 48 tahun sejak dibangun tahun 1967.

Departemen Agama menetapkan tanggal 1 Juli 1991 sebagai bukti Syiar Islam pertama di Manado dan Minahasa. Perjalanan sejarah Masjid ini disadari kaya akan kearifan local, sehingga jadi barometer kerukunan umat beragama di Indonesia.

Menurut penuturan Hi. Hasan Jan SE, dalam sebuah risalah singkatnya mengenai sejarah berdirinya Masjid Awal Fathul Mubien menilai, daerah tersebut dipilih karena waktu itu, wilayah tersebut rawan konflik.

Artinya sering terjadi perang antar suku asli yang mendiami kawasan Manado bagian utara dengan suku asli yang mendiami kawasan Manado bagian selatan.

Masjid Awwal Fathul Mubien Kampung Islam Tuminting, tertua di Manado
Masjid Awwal Fathul Mubien Kampung Islam Tuminting, tertua di Manado (NET)

Kampung Islam

Kampung Islam mulai bertambah ramai menyusul pendatang baru yang datang dari Palembang, Padang, Banjar, Makassar, Indramayu dan Cirebon.

Bahkan para pedagang Timur Tengah dari Hadramaut Yaman yang masuk melalui pantai Utara Jawa.

Di tengah-tengah kampung kemudian di dirikanlah sebuah masjid yang diberi nama Awal Fathul Mubien yang berarti sebagai awal atau pembuka yang nyata. Kira-kira sekitar 1802 dengan keadaan bangunan masjid masih menggunakan pondasi karang berlantai papan.

Sedangkan di bagian ujung kampung disediakan lahan pekuburan khusus bagi penduduk Kampung Islam. (TRIBUNMANADO.CO.ID/Ven/WikipediA)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved