Sangihe Sulawesi Utara

Imbas Kenaikan Harga BBM di Sektor Pelayaran, Ini Penjelasan Pelni Sangihe Terkait Tarif Kapal

Kenaikan harga BBM juga mempengaruhi tarif tiket kapal. Meski begitu, hingga saat ini kapal milik PT Pelni tak naik harga tiketnya.

Penulis: Nelty Manamuri | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/HO
KM Sabuk Nusantara 95 yang berlabuh di Pelabuhan Nusantara Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE – Pemerintah pusat resmi menaikkan harga bahan bakar minyak pada 3 September 2022.

Kenaikan harga BBM mempengaruhi seluruh sektor kehidupan.

Salah satu yang terpengaruh kenaikan harga BBM adalah sektor pelayaran.

Sejak satu minggu lalu, kapal Majestic Kawanua Group menaikkan tarif tiket kapal.

Kenaikan tarif tiket kapal tersebut ddikuti kenaikan harga tiket kapal malam yang berlaku sejak Selasa (13/9/2022).

Di sisi lain, Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni) cabang Sangihe masih mempertahankan tarif untuk seluruh pelayaran.

Baca juga: Prakiraan Cuaca 33 Kota Besar Rabu 14 September 2022, Pontianak Hujan Petir, Pekan Baru Hujan Lebat

Baca juga: Aplikasi si Kendis, Cara Pemerintah Kota Manado Sulawesi Utara Menghemat BBM Untuk Kendaraan Dinas

Hal ini diungkapkan Kepala Pelni Sangihe, Denikson Sabanari.

"Sudah beberapa kali ada kenaikan harga BBM namun tidak mempengaruhi tarif pelayaran di Pelni baik itu Kapal Tol Laut maupun kapal yang melayani pulau-pualau terluar," ucap Denikson.

Pasalnya, kenaikan tarif tiket kapal bukan dari PT Pelni sendiri.

Sabuk Nusantara 95 yang berlabu di Pelabuhan Nusantara Tahuna
KM Sabuk Nusantara 95 yang berlabuh di Pelabuhan Nusantara Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

"Tarif tidak naik, karena kebijakan untuk menaikan tarif itu harus ada persetujuan dari pusat," lanjut dia.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved