Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Terungkap Curhat Kapolri Terkait Kasus Brigadir J, 'Terus Terang Ini Pukulan Ya'

Simak curhat Kapolri terkait Kasus Brigadir J. Listyo Sigit menyebut, ada sejumlah kendala pada tahap awal penyidikan kasus Brigadir J.

Editor: Tirza Ponto
Tangkapan Layar Youtube Kompas TV
Terungkap Curhat Kapolri Terkait Kasus Brigadir J, 'Terus Terang Ini Pukulan Ya' 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Publik terus menyoroti perkembangan dari kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Terungkap kini sejumlah anggota kepolisian ikut terlibat dalam rekayasa kasus kematian Brigadir J ini.

Akan hal ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menceritakan imbas insiden berdarah di rumah Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Sejumlah kejanggalan demi kejanggalan perlahan terbuka.

Baca juga: Bripka RR Mulai Bernyanyi, Terungkap Kesaksiannya Saat Lihat Brigadir J Ditembak, Ngaku Tidak Salah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka suara soal kasus pembunuhan berencana Brigadir J dalam Program Satu Meja Kompas TV, Rabu (7/9/2022) malam.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka suara soal kasus pembunuhan berencana Brigadir J dalam Program Satu Meja Kompas TV, Rabu (7/9/2022) malam. (Tangkapan layar kanal YouTube Kompas TV)

Dalam dialog Satu Meja Kompas TV, Listyo Sigit mengatakan, kasus penembakan Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo ini menjadi pukulan bagi institusi Polri.

Peristiwa tersebut, kata Listyo Sigit, terjadi ketika Polri sedang memperbaiki citra institusi.

Apalagi banyak masyarakat Indonesia yang memiliki harapan tinggi terhadap institusi Polri.

"Jadi, memang ini peristiwa yang untuk kami juga terus terang ini pukulan ya, karena memang di saaat kita sedang memperbaiki citra institusi," katanya saat berbincang dengan jurnalis senior Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV, Jumat (9/9/2022).

"Memang dari awal pada saat kita masuk kita juga memulai dari mendengarkan aspirasi masyarakat tentang harapan masyarakat tentang Polri," imbuhnya.

Kapolri menyebut, Polri pernah mendapatkan tingkat kepercayaan publik sebanyak 74 persen.

Namun, setelah kasus Ferdy Sambo mencuat, penilaian publik terhadap Polri menurun.

"Saat itu, berdasarkan hasil survei awal kita (Polri) di angka 74 persen."

"Sehingga, dengan melaksanakan berbagai program transportasi Polri yang presisi, kemudian bagaimana kita mencoba mendengar dan kemudian apa yang menjadi aspirasi masyarakat, juga kita sesuaikan melaksanakan program-program untuk mengawal kebijakan (pemerintah), kemudian hal-hal yang memang harus kita lakukan sesuai harapan masyarakat,"" jelasnya.

Baca juga: Kapolri Ungkap Permintaan Besar Bharada E, Titik Terang Kasus Brigadir J Terlihat, Ulah Ferdy Sambo

Putri Candrawathi tampak memegang lengan dan mencium pundak suaminya, Irjen Ferdy Sambo, usai digelarnya rekonstruksi pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Selasa (30/8/2022). Hasil pemeriksaan lie detector Putri tak diungkap. (Istimewa)
Putri Candrawathi tampak memegang lengan dan mencium pundak suaminya, Irjen Ferdy Sambo, usai digelarnya rekonstruksi pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Selasa (30/8/2022). Hasil pemeriksaan lie detector Putri tak diungkap. (Istimewa) (Istimewa)

Saat itu, kata Listyo Sigit, angka penilaian terhadap Polri sempat naik menjadi 76 persen.

"Artinya itu pekerjaan yang sangat berat. Dan ini dilakukan oleh kita semua dari atas sampai bawah, bareng-bareng itu dilakukan," lanjut Kapolri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved