Breaking News
Rabu, 20 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Ternyata Bharada E Sempat Lakukan Ini Sebelum Tembak Brigadir J, Panik Dapat Perintah Ferdy Sambo

Sebelum menuntaskan perintah Ferdy Sambo menembak Brigadir J, Bharada E ternyata sempat berdoa.

Tayang:
Editor: Ventrico Nonutu
Kolase Tribun Manado/ Polri TV/ WARTA KOTA/YULIANTO
Bharada E dan Ferdy Sambo. Sebelum menuntaskan perintah Ferdy Sambo menembak Brigadir J, Bharada E ternyata sempat berdoa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bharada E mendapat perintah dari Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Nopriansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sebelum menuntaskan perintah Ferdy Sambo menembak Brigadir J, Bharada E ternyata sempat berdoa.

Menurut Ronny Talapessy Bharada E tidak bisa menolak perintah atasan sehingga ia merasa ketakutan.

Baca juga: Ternyata Istri Raja Charles III Tidak Dapat Gelar Ratu, Camilla Kini Dikenal Sebagai Ini

Baca juga: Ternyata Bripka RR Menangis saat Istri Ucapkan Hal Ini, Kini Berpaling dari Skenario Ferdy Sambo

"Jadi, klien kami terpikir perintah itu salah tapi tidak berani menolak perintah FS, karena pada situasi itu dia panik, juga ada ketakutan sehingga Bharada E akhirnya berdoa dulu sebelum menembak Yosua," kata Ronny dalam acara dua sisi yang ditayangkan di akun YouTube TvOneNews, Kamis (8/9/2022).

Dikabarkan Bharada E berdoa di toilet.


Foto: Bharada E dan Ferdy Sambo saat rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J.

Menurut Ronny, dengan pangkat terendah dalam kepolisian, Bharada E sama sekali tidak kuasa menolak perintah bos yang pangkatnya jauh sekali diatasnya yakni jenderal bintang dua, Irjen Ferdy Sambo.

"Apalagi, FS lagi marah, dan bisa berbalik ke dia, jadi ada ketakutan dirasakan Bharada E," ujar Ronny.

Bharada E katanya akhirnya menembak Brigadir J seperti yang diperintahkan Ferdy Sambo.

Setelah menembak Brigadir J beberapa kali hingga tertelungkup bersimbah darah.

Menurut Bharada E, kata Ronny, Ferdy Sambo kemudian menembak ke dinding rumah dan juga ke arah Yosua.

Hal itu menurut Bharada E, kata Ronny, sebagai cara Sambo merancang dan menskenariokan bahwa yang terjadi di sana dan menewaskan Brigadir J adalah tembak-menembak dan bukan pembunuhan.

" Bharada E melihat Ferdy Sambo ikut menembak ke tubuh Yosua juga," katanya.

Ronny menjelaskan kepribadian Bharada E yang penurut dan dekat dengan keluarga juga membuat terpaksa menjalankan perintah Irjen Ferdy Sambo.

"Soal ini akan saya beberkan di persidangan, untuk pembelaan Bharada E," kata Ronny.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved