Brigadir J Tewas

Akhirnya Terungkap Eks Kabareskrim Sebut Pakai Lie Detector Dinilai Tak Efektif: Tidak Akurat

Akhirnya terungkap eks Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi menyebut alat lie detector atau pendeteksi kebohongan tidak sepenuhnya akurat.

Kolase Tribunnews.com/Istimewa
Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi. Ilustrasi lie detector (kanan). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya terungkap eks Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi menyebut alat lie detector atau pendeteksi kebohongan tidak sepenuhnya akurat.

Karena, menurut Komjen (Purn) Ito Sumardi, akurasi lie detector hanya sekitar hanya 60-70 persen.

Diketahui sebelumnya, Brigadir J tewas diduga ditembak oleh sesama anggota polisi Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Dibalik Pengakuan Berani Bharada E pada Kasus Brigadir J, Ada Peran 2 Sosok Ini

Baca juga: Akhirnya Terungkap Polri Cecar Putri Candrawathi Pakai Lie Detector, Motif Buat Ferdy Sambo Kalap

Baca juga: Nasib Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamaruddin akan Diperiksa Polisi usai Dilaporkan, Ada Apa?

Foto: Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi (Kolase/Istimewa)

Penggunaan lie detector atau alat deteksi kebohongan kepada tersangka kasus pembunuhan Brigadir J mendapat tanggapan sejumlah kalangan.

Termasuk di antaranya dari Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi.

Menurut Ito lie detector atau alat deteksi kebohongan sudah tidak lagi digunakan oleh negara-negara maju.

Sebab akurasi dari alat lie detector atau pendeteksi kebohongan tidak sepenuhnya akurat, hanya 60-70 persen.

“Di negara-negara maju lie detector ini juga tidak terlalu dijadikan satu alat yang bisa digunakan,

bisa mengecek apakah orang itu menyampaikan suatu keterangan secara akurat atau tidak, secara benar atau tidak,” kata Ito Sumardi dikutip dari Kompas.TV. Rabu (7/9/2022).

Ito pun menggambarkan bagaimana akurasi lie detector akhirnya diragukan ketika itu diterapkan kepada orang yang lelah, stres, hingga residivis.

“Dalam kondisi seseorang dalam kondisi nervous, stres, lelah atau sakit ya, itu maka, yang bersangkutan itu akan sangat mempengaruhi daripada hasilnya,” ujar Ito Sumardi.

“Demikian pula ada orang-orang yang memang sudah terbiasa, biasanya residivis ya, ya itu dia mampu menghandle pertanyaan yang menjebak sehingga hasilnya itu menampilkan pola yang tidak menunjukkan kalau orang tersebut berbohong ya.”

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved