Talaud Sulawesi Utara

Warga Miangas Talaud Sulawesi Utara Pasrah pada Tuhan, Kapal Perintis Dokter Guru Sangat Dibutuhkan

Warga Miangas Talaud Sulawesi Utara Pasrah pada Tuhan, Kapal Perintis Dokter Guru Sangat Dibutuhkan.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rhendi Umar.
Soleman Lantaan perwakilan warga Miangas, Kabupaten Tlauad, Sulawesi Utara, menyampaikan berbagai keluhan tentang kondisi sarana dan prasarana publik yang berada di daerah perbatasan Indonesia dan Filipina tersebut. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Soleman Lantaan perwakilan warga Miangas menyampaikan berbagai keluhan tentang kondisi sarana dan prasarana publik yang berada di daerah perbatasan Indonesia dan Filipina tersebut. 

Beberapa hal penting disampaikannya soal kapal perintis, tenaga kesehatan dan tenaga pendidik. 

Menurut warga di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, ini, kapal perintis dulunya berjalan dengan baik, kini diubah jalurnya perjalanan dari miangas ke kota bitung jalurnya, kini hanya di setop sampai tahuna.

"Akhirnya pelayanan kepada masyarakat terutama mereka yang menjual bahan baku, dan hasil perkebunan tidak tersalurkan sampai  bitung, sedangkan jangkauan harganya sangat mahal sekali," jelasnya saat mengunjungi kantor Tribun Manado, Senin (5/9/2022)

Disampaikannya, bahwa pemerintah tidak mensiasati kapal pengganti ketika terjadi permasalahan dan juga tidak melihat permasalahan besar yang akan terjadi. 

"Kejadian kemarin, beberapa warga miangas mau dirujuk di RS Melongguane namun tidak alat angkut, seperti kapal hingga akhirnya berserah saja kepada Tuhan," jelasnya

Menurut Soleman, di Miangas tidak ada dokter  yang melayani masyarakat. Padahal itu adalah satu-satunya harapan warga miangas agar bisa diketahui tentang kesehatan. 

"Sayangnya sampai saat ini, tenaga dokter tidak ada kami dapatkan.

Jadi kami sudah beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah tidak memperhatikan secara serius masalah kesehatan," jelasnya

Soleman menjelaskan soal tenaga pendidik di daerah miangas juga sangat berkurang. Tinggal yang bertahan adalah warga miangas asli. 

"Ada juga warga diluar miangas yang datang bekerja, namun mereka hanya sekedar batu loncatan, setelah jadi PNS dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka minta pindah. (Ren)

Akhirnya Terungkap Perlakuan Kak Seto saat Angelina Sondakh Jadi Tersangka, Beda Nasib dengan Putri

Gempa Magnitudo 6.6 SR Senin 5 September 2022 Siang, Baru Saja Guncang di Darat, Ini Lokasinya

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved