Breaking News
Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Potret Rumah Ferdy Sambo di Cempaka Residence Magelang, Pernah Ditinggali Mantan Kapolri Idham Aziz

Rumah Ferdy Sambo di Magelang ini disinyalir sebagai lokasi awal kejadian perseteruan antara tersangka Irjen Ferdy Sambo dengan Brigadir J.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
KOMPAS.COM/IKA FITRIANA
Tampak depan Cempaka Residance Mertoyudan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/8/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kronologi kasus pembunuhan Brigadir J tak lepas dari kejadian di rumah Ferdy Sambo yang berada di Magelang.

Dikabarkan rumah di Magelang juga cukup besar dan diperkirakan lebih dari satu lantai.

Berdasarkan informasi rumah tersebut cukup mahal.

Baca juga: Komnas Perempuan Ungkap Kejadian Sore Hari di Magelang,Putri Disebut Alami Rudapaksa oleh Brigadir J

Simak video terkait :

Rumah Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah yang beralamatkan di RT 07 RW 08 Sarangan, Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, saat ini tengah jadi sorotan karena disebut-sebut sebagai lokasi terjadinya dugaan pelecehan pada kasus polisi tembak polisi.

Pasalnya, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, mengaku mendapat pelecehan dari Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat saat berada di Magelang.

Diduga, pelecehan ini yang menjadi penyebab Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta, 8 Juli 2022.

Terkini, Bareskrim menyebut tak ada CCTV di rumah Ferdy Sambo di Magelang ini.

Baca juga: Babak Baru Kasus Dugaan Pelecehan Terhadap Putri Candrawathi di Magelang, Komnas HAM Temukan Fakta


Rumah Ferdy Sambo di Magelang - Inilah Rumah Ferdy Sambo di Magelang Senilai Rp1,3 Miliar, Kata Bareskrim Tak Ada CCTV di Sana.(Tribun Jogja)

Ya, Ferdy Sambo memang diketahui memiliki satu rumah di kawasan Cempaka Residence ini.

Rumah Ferdy Sambo di Magelang ini disinyalir sebagai lokasi awal kejadian perseteruan antara tersangka Irjen Ferdy Sambo dengan Brigadir J.

Melansir Tribun Jogja, pada Jumat (12/8/2022) silam, suasana kawasan perumahan elit Cempaka Residence itu terbilang sepi dari aktivitas warga.

Termasuk ketika Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka, tidak terlihat adanya aktivitas penyelidikan atau penjagaan dari pihak kepolisian.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Polri Dalami Temukan Komnas HAM Dugaan Brigadir J Lecehkan Putri di Magelang


Timsus Bareskrim Polsi tiba di rumah Irjen Ferdy Sambo di Cempaka Residence Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (15/8/2022).(KOMPAS.COM/IKA FITRIANA) 

Hanya ada satpam atau penjaga yang berjaga di sana.

Aktivitas yang terpantau hanya ada beberapa ojek online yang lalu lalang mengantar pesanan, namun hanya sampai di depan gerbang perumahan itu.

Penjagaan di depan gerbang kawasan Cempaka Residence cukup ketat.

Satpam selalu siaga memeriksa siapa saja yang hendak masuk ke dalam perumahan tempat Ferdy Sambo tinggal di Magelang itu.

Informasi yang dihimpun dari pengembang perumahan Cempaka Residence yang tak ingin disebutkan namanya menyebutkan, harga kluster perumahan di Cempaka Residence berkisar Rp1,3 miliar.

"Sekarang harganya rata-rata Rp1,3 miliar, kalau yang punya memang kebanyakan orang dari luar Magelang,"ucapnya.

Saat ditanya apakah memang ada nama Ferdy Sambo sebagai salah satu pemilik dari perumahan tersebut, dirinya pun membenarkan.

"Ya benar ada nama itu, sudah lama (dibeli) pastinya saya kurang tau kapannya. Itu perumahan mulai dibangun sekitar 2010-an,"urainya. 

Cerita Pak RT

Sementara itu,  Ketua RT 07/RW 08, Dusun Saragan, Desa Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Joko Sutarman (70) mengaku, baru mengetahui kalau tersangka Ferdy Sambo memiliki rumah di wilayahnya.

"Saya baru tahunya itu (rumah Ferdy Sambo) sejak kasus ini geger. Sebelumnya saya tidak tahu kalau rumahnya itu adalah rumah Pak Sambo,"ujarnya saat didatangi di rumahnya pada Jumat (12/08/2022).

Sebelum ditinggali Ferdy Sambo, lanjutnya, diketahui rumah tersebut sempat ditinggali oleh mantan Kapolri Idham Aziz.

Di mana, rumah tersebut digunakan oleh Idham Aziz sebagai rumah singgah saat menjenguk anaknya yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara.

"Setau saya itu dulu rumahnya miliknya pak Idham Aziz, mantan Kapolri. Saat dipindahtangankan itu saya tidak tahu. Itu, rumahnya di blok C kelihatan kok kalau dari luar,"ucapnya.

Adapun dari pantauan Tribunjogja.com, rumah yang dimaksud milik Ferdy Sambo memiliki dua lantai dengan warna kuning gading sedangkan pada bagian depan terdapat aksen warna coklat.

Ia menuturkan, rumah tersebut dulunya ditinggali oleh Idham Aziz sekitar 2012-an.

Kemudian, Idham Aziz pindah sebelum pandemi atau sekitar 2017-an.

"Setau saya itu saat ditinggali pak Idham Aziz saat menjadi Kapolda belum menjadi Kapolri, tahun sekitar 2012. Kalau pak Idham Aziz pindah dari sini itu juga belum lama, sebelum covid-19, mungkin sekitar 2017 lalu. Memang itu rumah sudah dipindahtangankan atau ganti kepemilikan tetapi saya tidak tahu kepada siapa saja, saya kan bukan notarisnya,"jelasnya.

Ia menambahkan, setelah pergantian kepemilikan dari rumah tersebut tidak pernah ada laporan ke dirinya.

Bahkan, warga yang tinggal di kawasan elit tersebut tidak terdata dalam kependudukan wilayah yang dibawahinya.

"Tidak ada, dari dulu memang tidak ada laporan. Karena disini kebanyakan warga parsial, tidak tetap kebanyakan dari luar kota. Jika ada hajatan baru ke sini. Kalau, saya tahu Pak Idham Aziz tinggal di sini karena dulunya penjaga rumahnya selalu berkomunikasi dengan saya,"terangnya.

Ia menambahkan, selepas ditinggal Idham Aziz pindah, penjaga rumah tersebut pun turut tidak bekerja di rumah itu lagi. Sehingga, informasi tentang rumah itu pun tidak ada lagi.

"Penjaga rumah Pak Idham aziz itu juga pindah, sekarang di Semarang. Sejak itu, saya tidak mengetahui lagi tentang siapa yang mendiami rumah tersebut,"bebernya.

Setelah disebut-sebut bahwa rumah tersebut menjadi lokasi awal perseteruan Ferdy Sambo dan Brigadir J.

Ia mengaku, belum pernah ada permintaan pelaksanaan penyelidikan oleh pihak kepolisian. "Belum ada yang pernah ke sini untuk izin penyelidikan. Polisi pun tidak pernah sama sekali ke sini,"ungkapnya.

Perkembangan terbaru terkait Rumah Ferdy Sambo di Magelang

Terkini, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan, tidak ada CCTV di rumah Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah.

"Tidak ada CCTV di rumah Magelang," kata Andi kepada wartawan, Sabtu (3/9/2022).

Sebelumnya, Komnas HAM dan Komnas Perempuan juga merekomendasikan Polri kembali mengusut kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri.

Dihubungi secara terpisah, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan rekomendasi Komnas HAM akan ditindaklanjuti.

"Akan ditindaklanjuti sebagaimana arahan Pak Irwasum selaku Ketua Timsus dan apapun hasil pendalaman akan didasari fakta dan alat bukti yang ada," kata Agus saat dikonfirmasi wartawan, 1 Agustus 2022.

Pengakuan Putri Candrawathi

Pengakuan Putri soal pemerkosaan di Magelang disampaikannya kepada Komisi Nasional (Komnas) Perempuan dalam proses pemeriksaan.

Hasil pendalaman Komnas Perempuan mengungkapkan bahwa keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi berencana tinggal di Magelang sejak 2-11 Juli 2022.

Pada tanggal 7 pagi hari, Ferdy Sambo pulang ke Jakarta.

Sedangkan, Putri mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di kamar karena dalam keadaan kurang sehat.

“Nah kekerasan seksualnya berbentuk perkosaan atau persetubuhan itu terjadi di sore hari,” kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi dalam program acara News Update Live Kompas.com, Jumat (2/9/2022).

Setelah kejadian perkosaan tersebut, Putri ditemukan di depan pintu kamar mandi oleh asisten rumah tangga bernama Susi dan kemudian Kuat Ma’ruf membantunya kembali ke kamar.

Saat itu, di rumah tersebut hanya ada Putri, BrigadirJ, serta dua asisten rumah tangga bernama Kuat Ma'ruf dan Susi.

Putri juga kemudian menelepon Brigadir E atau Richard Eliezer dan Bripka RR atau Ricky Rizal untuk segera pulang.

“Setelah itu barulah di malam hari setelah ada 2 ajudannya yang lain, ia menyampaikan informasi ini ke Sambo. Tapi tidak detil, hanya menyampaikan bahwa ada perilaku tanda kutip ya kurang ajar dari J tapi detilnya nanti diceritakan di Jakarta,” tutur Siti. (*/tribunjogja/kompas.com)

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com 

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved