News Analysis

Ini Kata Pengamat Hukum Soal Tingginya Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Sulawesi Utara

Ini Kata Pengamat Hukum Soal Tingginya Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Sulawesi Utara.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
Ist
Pengamat Hukum asal Sulawesi Utara, Sofyan Jimmy Yosadi 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Meningkatnya kasus kekerasan seksual dengan korban anak dan perempuan di Sulawesi Utara merupakan peringatan bagi semua termasuk diantaranya pemerintah, tokoh agama dan penegak hukum. 

Semuanya harus introspeksi diri, hentikan segala bentuk ceremonial belaka. 

Hal ini disampaikan Pengamat Hukum Sulut Sofyan Jimmy Yosadi SH.

Ia mengatakan sesuai regulasi UU No. 17 Tahun 2016 juncto UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta UU No. 12 tahun 2022 tentang tindak Pidana Kekerasan seksual adalah lex specialis dengan ancaman hukuman sangat tinggi. 

"Namun, sayangnya hal ini  seolah tidak menimbulkan Efek jera," ungkap Yosadi kepada Tribun Manado

Pengacara Hukum yang juga Pengurus DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Korwil Sulut, Gorontalo dan Sulteng ini juga mengungkapkan pengalamannya mendampingi para korban anak, perempuan dan difabel selama belasan tahun menjadi Advokat.

Yaitu dengan memberikan bantuan hukum Probono tanpa dibayar.

Kadang, kata dia, masih banyak ditemui di berbagai tempat, oknum penegak hukum seperti Penyidik kepolisian yang tidak maksimal dalam proses hukum bahkan “bermain-mata” dengan terduga pelaku atau tersangka.

Demikian pula tuntutan yang ringan dari Jaksa Penuntut Umum kepada terdakwa hingga putusan pengadilan yang sangat tidak mencerminkan keadilan bagi para korban adalah salah satu contoh, penegakan hukum yang tidak maksimal. 

"Maka, menurut saya solusi penanganan kasus kekerasan seksual haruslah dimulai dari keseriusan para penegak hukum.

Agar menerapkan hukuman maksimal serta berperspektif kepada korban terutama pemulihan pasca trauma serta masa depan pera korban," jelas Yosadi. 

Demikian pula pemerintah disetiap daerah harus menciptakan suasana yang kondusif termasuk pencegahan dini dengan melibatkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta diaktifkannya Siskamling. 

"Walaupun dipandang perlu tapi sebaikmya sudahi saja segala bentuk ceremonial, seminar di hotel mewah yang mehabiskan anggaran dan pidato para pejabat yang terkesan semuanya baik-baik saja," ujarnya

Ia mencontohkan, penghargaan daerah kota atau kabupaten ramah anak sangat tidak rasional dibanding dengan maraknya kasus kekerasan seksual di Sulut. 

"Tahun ini saja, ada puluhan kasus yang saya tangani diberbagai daerah Kabupaten dan kota di Sulut dengan mendampingi para korban anak, perempuan & difabel.

Memberikan bantuan hukum Probono tanpa dibayar dan mendampingi mereka sejak di kepolisian hingga proses di pengadilan," beber Yosadi

Selain itu, Kasus pencabulan, pemerkosaan, KDRT, penganiayaan dan berbagai tindak pidana lain, ia berjuang bersama para korban dan keluarganya demi keadilan.

"Oleh karena itu, saya berharap para pelaku predator anak, perempuan & difabel dihukum berat hingga menimbulkan efek jera.

Hingga yang berniat melakukan kekerasan seksual akan takut dengan proses hukum tersebut," pungkas Wakil Sekjen DPP Peradi ini. (Mjr)

Fraksi PDIP Dukung Rencana Rolling Pejabat Pemkot Tomohon Sulawesi Utara

Segini Gaji TKI di Arab Saudi, Mulai Sopir dan Perawat Hingga Tukang Pijat, Simak Sebelum Kerja

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved