Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Pengamat Pendidikan Sulawesi Utara Sesalkan Kendaraan Perpustakaan Keliling Tak Difungsikan Maksimal

Pengamat Pendidikan Sulut Ferdinand Kerebungu mengatakan, pengadaan mobil perpustakaan keliling merupakan perwujudan dari pembukaan UUD 1945

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
Ist
Prof. Dr. Ferdinand Kerebungu, MSi. Dosen Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Unima. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait tidak maksimalnya kendaraan Perpustakaan Keliling di Sulawesi Utara, Pengamat Pendidikan Sulut Ferdinand Kerebungu mengatakan, pengadaan mobil perpustakaan keliling merupakan perwujudan dari pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdasarkan kehidupan bangsa.

Menurutnya, Pemerintah Pusat menyadari bahwa untuk mengadakan perpustakaan disetiap Kecamatan akan memakan biaya yang cukup besar apalagi disetiap desa merupakan hal yang sulit untuk dipenuhi.

"Menyadari akan keterbatasan anggaran, maka pemerintah mencari solusi yang baik yaitu dengan mengadakan mobil perpustakaan keliling, dengan harapan dapat menjangkau sampai pelosok pedesaan sehingga peserta didik dan masyarakat luas mendapatkan bahan bacaan untuk meningkatkan pengetahuan mereka," jelas Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Unversitas Negeri Manado ini.

Bantuan ini, lanjut Prof Ferdinand, sangat penting untuk menunjang pendidikan di Sulawesi Utara.

"Dengan harapan buku-buku yang disajikan merupakan buku-buku yang terbaru bagi peserta didik dan buku-buku bacaan yang dapat membuka wawasan masyarakat yang terkait dengan peningkatan ekonomi," jelas Prof Ferdinand.

Oleh karena itu, Ia menilai, sangat ironi rasanya jika bantuan pendidikan yang disalurkan oleh pemerintah pusat tidak terpelihara dengan baik dan hanya ditelantarkan bagitu saja.

"Apalagi dialihfungsikan, sehingga menyimpang dari tujuan pemberian bantuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tentu ini sangat disesalkan," tegas Prof Ferdinand.

Disamping itu, kita menyadari bahwa pendidikan di Sulawesi Utara berdasarkan hasil ujian Nasional dan seleksi penerimaan Mahasiswa Baru Masuk Peruguruan Tinggi Negeri pada tahun ini belum mampu bersaing dengan Provinsi lain di Indonesia seperti Sulawesi Selatan apalagi pulau Jawa.

"Untuk itu, pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota di Sulawesi Utara perlu melakukan pembenahan dan koreksi diri serta pemerintah daerah tidak boleh anti kritik," kata Prof Ferdinand.

Pemerintah harus menerima kritikan positif dari masyarakat demi kemajuan masyarakat di Sulawesi Utara terutama di sektor pendidikan.

"Mobil-mobil perpustakaan keliling yang ada sebaiknya diperbaiki dan difungsikan kembali demi pendidikan di daerah yang kita cintai bersama," pungkas Prof Ferdinand. (Mjr)

Baca juga: Hasil Survei Elektabilitas Capres 2024 Dua Jagoan PDIP Jomplang, Keputusan di Tangan Megawati

Baca juga: Pengamat Dorong Muncul Pasangan Puan Maharani dan Airlangga Hartarto, Nilai Ideal Pimpin Indonesia

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved