Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Akhirnya Terungkap Cara Ferdy Sambo Hasut Bawahannya, Sebut Percuma Bintang 2, Keluarga Dinodai

Ferdy Sambo disebut membuat skenario kasus penembakan Brigadir Juntuk menghasut para bawahannya.

Tayang:
Editor: Tirza Ponto
Kolase Youtube Polri TV
Akhirnya Terungkap Cara Ferdy Sambo Hasut Bawahannya, Sebut Percuma Bintang 2, Keluarga Dinodai 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih terus menyita sorotan publik.

Kasus ini terus memasuki babak baru pasca ditetapkannya Ferdy Sambo sebagai tersangka.

Selain nama Mantan Kadiv Propam Polri ini, kasus ini juga menyeret nama para anggota polisi lainnya.

Baca juga: Akhirnya Terungkap, Sebelum Brigadir J Ditembak Bharada E, Almarhum Sempat Berikan Kode ini

Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Terkuak setelah membunuh Brigadir J, Ferdy Sambo membuat skenario penembakan Brigadir J untuk mendapat simpati rekan-rekan polisinya.

Banyak anggota polisi yang percaya dengan skenario Sambo itu.

Bahkan Ferdy Sambo juga mempengaruhi para saksi agar percaya kepadanya.

Suami Putri Candrawathi pun meminta para saksi untuk membayangkan jika hal tersebut dialami oleh keluarga mereka.

Namun kini setelah tahu semua hanya cerita palsu Ferdy Sambo, para saksi pun merasa bak dibohongi.

Bahkan para saksi juga sampai menangis lantaran merasa dikhianati oleh Ferdy Sambo.

Hal ini disampaikan oleh anggota Kompolnas Yusuf Warsyim.

Dari keterangan-keterangan saksi bawahannya kemarin itu, yang muncul adalah pada waktu itu percaya dengan skenario FS.

Sampai FS itu memeragakan, 'percuma ada bintang 2 di sini (di kerah baju) kalau harkat dan martabat keluarga kita itu dinodai.

Untuk apa?'," ujar Sambo.

Baca juga: Kapolri Listyo Naikkan Pangkat 14 Jenderal Polisi, Sebut Masih Ada Polisi Baik, Berikut Daftarnya

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tersangka pembunuhan Brigadir J.
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tersangka pembunuhan Brigadir J. (Kolase Tribun Manado/Antara Foto Asprilla Dwi Adha)

Yusuf mengatakan, ucapan Sambo itu seolah-olah menghipnotis bawahannya, yakni para polisi yang diduga tidak profesional di kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Setelah itu, Sambo menanyakan, bagaimana jika hal serupa terjadi kepada mereka.

Saat itu, Sambo mengaku istrinya, Putri Candrawathi, dilecehkan oleh Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah.

"Terus ditanya lagi (ke) bawahannya, 'itu kalau terjadi kepada kamu, bagaimana posisinya?'.

Menyampaikan istrinya itu (dengan sebutan) mbak mu.

'Itu kalau terjadi itu bagaimana? Apa yang terjadi pada mbak mu terjadi?'," tuturnya.

"Itu jadi disugesti apakah hipnotis dan sebagainya.

Itu yang muncul di keterangan saksi pada waktu kemarin mereka pada waktu itu mempercayai apa yang dikatakan oleh FS," sambung Yusuf.

Kemudian, kata Yusuf, pimpinan sidang bertanya kepada saksi, kapan mereka mulai menyadari bahwa mereka ditipu oleh Sambo melalui skenario tersebut.

Usai ditanya seperti itu, barulah para saksi menangis.

Hati mereka merasa ditusuk sehingga tak kuat menahan air mata.

Lebih jauh, Yusuf mengatakan Sambo yang saat itu masih menjabat Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri memiliki kewenangan yang cukup kuat.

"Propam ini kan polisinya polisi.

Dia berfungsi pengamanan internal, berfungsi menegakkan disiplin, menegakkan kode etik, dan termasuk menegakkan hukum untuk internal Polri," kata Yusuf.

Yusuf menyebutkan, apabila kewenangan Propam disalahgunakan, maka itu bisa menakut-nakuti anggota Polri.

Dia menilai Propam bisa dikatakan sebagai 'super body'.

Contohnya, di dalam penegakan kode etik, Propam berfungsi sebagai penyelidik, penuntut, sekaligus hakim.

'Dia Semangat Ungkap Kejujuran' LPSK Lihat Bharada E Marah Diminta Adegan Versi Sambo: Dia Gak Mau

Sementara itu, saat menjalani rekonstruksi, Bharada E sempat marah lantaran diminta melakukan adegan yang sesuai versi Ferdy Sambo.

Bharada E yang memilih jujur pun menolak setiap adegan yang tidak sesuai dengan yang ia alami saat diminta menghabisi Brigadir J.

Baca juga: Pantas Putri Candrawathi Belum Ditahan, Ternyata ini Alasannya, Deolipa Yumara Tak Habis Pikir

Bharada E saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.
Bharada E saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. (Kolase Tribun Manado/ Polri TV)

Kendati diawasi oleh Ferdy Sambo, Bripka RR, dan Kuat Maruf dari belakang, nyali Bharada E nyatanya tak ciut.

Ini artinya Bharada E yang kini menjadi justice collaborator atau saksi pelaku yang mau bekerja sama dengan penegak hukum, tetap pada keterangannya semula terkait kasus penembakan Brigadir J,

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Susilaningtias dalam tayangan Inews TV, Rabu (31/8/2022).

"Jadi sempat awal-awal, ketika ada proses penolakan adegan yang tadi saya sampaikan itu, Bharada E sempat marah.

Dia marah tapi ya emosi sesaat, setelah itu selesai.

Karena dia baru memahami bahwa memang masing-masing tersangka itu punya pikiran dan ingatan masing-masing.

Jadi nggak bisa memaksakan, karena mereka punya versi masing-masing dan ingatannya berbeda-beda," beber Susilaningtias.

Namun selanjutnya, kata Susilanintias kemarahan Bharada E bisa diredakan pihaknya dan diberikan pemahaman.

Jika memang adegan tidak sesuai menurut Bharada E, kata Susilaningtias, Bharada E menolak memperagakannya dan dilakukan pemeran pengganti.

"Sebenarnya Bharada E ini semangat sekali untuk mengungkapkan kejujuran dan fakta.

Makanya kemarin itu dia mau hadir secara langsung menjalani rekonstruksi, meski sempat marah.

Saat ini emosinya stabil dan dia tetap pada keterangannya sebelumnya," kata Susilaningtias.

Dimana menurut Bharada E, ia hanya diperintahkan saja oleh Ferdy Sambo melakukan penembakan terhadap Brigadir J, dan tidak tahu soal perencanaan pembunuhan yang dilakukan para tersangka lain.

Dalam rekonstruksi, kata Susilaningtias, Bharada E mencoba menerima jika para tersangka lain melakukan adegan yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya atau kejadian sesungguhnya.

"Tapi ada hal-hal krusial yang memang menurut Bharada E enggak seperti itu kejadiannya.

Jadi ada hal yang sangat substantif dan dia tetap pada kesaksian dia yang sebelumnya atau keterangan dia sebelumnya.

Meski sempat marah dengan adanya reka adegan yang menurut dia ini tidak sesuai pada saat kejadian, dia tetap kepada keterangan dia semula," ujarnya.

"Jadi dia tidak mau mengubah keterangan dan dia tetap dengan keterangan dan kesaksian sebelumnya, saat rekonstruksi itu," kata Susilaningtias.

Artikel telah tayang di Tribunnewsmaker.com

https://newsmaker.tribunnews.com/2022/09/01/kalau-terjadi-ke-kamu-gimana-cara-ferdy-sambo-hasut-saksi-percuma-bintang-2-keluarga-kita-dinodai?page=all

Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved