Sebutan Jendral Untuk Ferdy Sambo Masih Terdengar, Ternyata Suara Dari Penyidik
Ferdy Sambo tampaknya masih punya 'wibawa' hingga ditakuti oleh polisi lain yang pangkatnya lebih rendah meski sudah dipecat.
Hal itu lantaran polisi memutuskan untuk mengganti pemeran Ferdy Sambo terlebih dahulu.
Kendati ada peran pengganti, Ferdy Sambo tetap berdiri di depan Bharada E dengan jarak beberapa meter.
Melihat ada Ferdy Sambo berdiri di depannya, Bharada E langsung memiringkan tubuhnya.
Secara spontan, pengacara Bharada E, Ronny Talapessy segera bertindak.
Ronny Talapessy langsung berdiri di depan Bharada E seraya menutupi tubuh kliennya.
Ber sembunyi di belakang sang pengacara, Bharada E sesekali menengok ke arah Ferdy Sambo.
Memeragakan adegan selanjutnya, Ferdy Sambo terus menatap ke arah Bharada E.
Namun Bharada E terus bersembunyi hingga akhirnya ia berdiri di belakang tembok.
Adegan Bharada E memang terus digantikan oleh pemeran pengganti saat menyangkut Ferdy Sambo.
Pun dengan peran Ferdy Sambo yang langsung diganti pemeran pengganti ketika berhadapan dengan Bharada E.
Terkait dengan momen Bharada E yang tak diberi kesempatan untuk bertemu Ferdy Sambo, penyidik kepolisian angkat bicara.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut Ferdy Sambo nantinya akan dipertemukan langsung dengan Bharada E.
Hal itu akan terjadi saat Bharada E memperagakan adegan menembak Brigadir J di depan Ferdy Sambo.
"Bertemu, ada yang bertemu ada satu adegan yang bertemu.
Nanti akan bertemu lagi di sana (rumah dinas Ferdy Sambo)," kata Irjen Dedi Prasetyo.
Sementara itu, Bharada E memang tampak dilindungi pengacaranya dan LPSK.
Sebagai justice collaborator, Bharada E memang diberikan perlindungan khusus guna mengungkap kasus kematian Brigadir J.
Demi melindungi Bharada E, LPSK bahkan menjaga sang tersangka selama 24 jam.
"Kalau di rutan, 24 jam dia dikawal, diamankan, dipasang CCTV, makannya disediakan.
Makna dari perlindungan itu termasuk pemulihan, penguatan psikologis, spiritual.
Orang dilindungi itu keterangannya baik, maka dia wajib memberi keterangan dengan baik untuk membuka perkara ini," ungkap juru bicara LPSK.
Ratusan Polisi Berjaga
Sebelumnya diwartakan, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo sempat mengurai fakta terkait dengan rekonstruksi yang berlangsung hari ini.
Dikutip dari Wartakotalive.com, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan salah satu tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, yakni Ferdy Sambo, sudah tiba lebih dulu di lokasi rekonstruksi pembunuhan di Jalan Saguling, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Sementara 3 tersangka lainnya masih dalam perjalanan dari Mako Brimob menuju lokasi rekonstruksi yakni rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo.
Sedangkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang juga tersangka memang berada di rumah pribadi di Saguling.
"Saat ini FS sudah tiba di lokasi. Sementara tersangka lainnya dalam perjalanan menuju ke sini," kata Irjen Dedi Prasetyo.
Irjen Dedi Prasetyo mengatakan saat ini juga sudah tiba perwakilan Kompolnas dan Komnas HAM.
"Juga rekonstruksi akan dihadiri 10 jaksa serta para pengacara tersangka.
Sebentar lagi akan kita lakukan rekonstruksi jika tersangka lain tiba," kata Irjen Dedi Prasetyo.
Menurut Irjen Dedi Prasetyo dalam rekonstruksi rencananya akan ada 78 adegan yang diperagakan tersangka.
Mulai dari kejadian di Magelang, di rumah pribadi di Saguling dan rumah dinas di Duren Tiga.
Sebelumnya sebanyak 140 personel Brimob dikerahkan dalam mengamankan jalannya rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di dua lokasi yakni di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling dan rumah dinasnya di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022) pukul 10.00. (Tribun Bogor)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com