Sitaro Sulawesi Utara

Sebelum Berlayar, Reynaldo Sempat Berkomunikasi dengan Keluarga di Sitaro Sulawesi Utara

Naas dialami Kapal Motor (KM) Teman Niaga yang tenggelam di periaran Selat Makasaar Sulawesi Selatan pada Senin (22/8/2022).

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Vian Hermanses/tribunmanado.co.id
Sepupu Reynaldo Mangerongkonda, Diego Pasandaran bersama sang ibu (tante dari Aldo) saat memberikan keterangan kepada wartawan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Naas dialami Kapal Motor (KM) Teman Niaga yang tenggelam di periaran Selat Makasaar Sulawesi Selatan pada Senin (22/8/2022).

Informasi tentang tenggelamnya kapal bermuatan 22.000 sak semen itu diketahui setelah empat orang Anak Buah Kapal (ABK) ditemukan terombang-ambing pada sebuah sekoci di tengah laut.

Belakangan diketahui bahwa satu dari 11 awak kapal yang masih hilang berasal dari Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Provinsi Sulawesi Utara, bernama Reynaldo Mangerongkonda (26).

Meski tercatat sebagai warga Kota Manado Sulawesi Utara, namun Aldo, sapaan akrab Mangerongkonda sempat tinggal di Kelurahan Paseng Lingkungan III Kecamatan Siau Barat sejak tahun 2016 hingga 2022 lalu.

Hal ini dibenarkan, Diego Pasandaran, warga Kelurahan Paseng Lingkungan III Kecamatan Siau Barat Kabupaten Sitaro, yang tak lain adalah saudara sepupu dari Aldo.

"Ya benar, dia (Aldo) sempat tinggal bersama kami sejak tahun 2016. Saat itu dia masih bekerja di salah satu bank yang ada di Sitaro," kata Diego kepada wartawan, Senin (29/8/2022).

Menurut Diego, sebelum berlayar dari Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan dengan tujuan Makassar Sulawesi Selatan, Aldo sapaan akrab Mangerongkonda sempat berkomunikasi dengannya.

"Komunikasi terakhir kami pada tanggal 16 Agustus 2022 sebelum mereka (KM Teman Niaga) berangkat menuju Makassar," ungkap Diego kepada tribunmanado.co.id.

Saat itu, tutur Diego, Aldo sempat mengatakan bahwa kapal naas tersebut akan memuat semen dari Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.

"Jadi kita hanya pesan supaya berhati-hati dalam bekerja, apalagi berada di perantauan," ujar Diego.

Melalui media perpesan Whatsapp, Aldo menceritakan kepada Diego tentang rencananya untuk mengambil sertifikat pelaut yang lebih tinggi dari yang dikantonginya saat ini.

"Dia rencana mau ambil sertifikat karena berencana pindah ke kapal lain. Kebetulan saudara sepupu kami sudah menawarkan kepada Aldo," bebernya.

Meski demikian, tawaran tersebut oleh Aldo masih ditangguhkan dengan alasan ia ingin menyelesaikan kontrak di KM Teman Niaga yang terhitung tinggal sebulan lagi.

"Karena kontraknya masih satu bulan, jadi dia belum turun dari kapal itu," kunci Diego sembari berharap upaya pencarian terhadap 11 ABK yang hilang termasuk Aldo bisa berbuah hasil maksimal. (HER)

Baca juga: Akhirnya Terungkap Alasan Putri Candrawathi Tak Pakai Baju Tahanan saat Rekonstruksi, Ternyata Ini

Baca juga: PPTM Salurkan Bantuan Uang Tunai untuk Korban Bencana Amurang Minsel Sulawesi Utara

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved