News

Hampir Punah, Burung Cendrawasih dan Binturong Diperdagangkan di Jawa Timur

Polda Jawa Timur mengamankan perdagangan satwa dilindungi. Satwa tersebut adalah burung cendrawasih dan binturong. Harga keduanya cukup fantastis.

Editor: Isvara Savitri
kompas.com
Ilustrasi burung cendrawasih. Polda Jawa Timur berhasil gagalkan perdagangan burung cendrawasih dan binturong. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polda Jawa Timur berhasil menggagalkan perdagangan satwa dilindungi.

Satwa yang diperdagangkan adalah burung cendrawasih dan binturong.

Burung cendrawasih merupakan satwa endemik Papua.

Sedangkan binturong adalah satwa asli Asia Tenggara.

Harga kedua satwa tersebut pun cukup fantastis.

Beberapa satwa yang diperjualbelikan antara lain, burung cenderawasih dan binturong.

Baca juga: 4 Parpol Lapor KPU ke Bawaslu, Puadi Ungkap Materi Pemeriksaan

Baca juga: 2 Remaja Pelaku Curanmor Diringkus Polisi Manado Sulawesi Utara, Barang Bukti Dijual di Karombasan 

Burung cenderawasih dijual dengan harga Rp 20 juta, sedangkan binturong dijual dengan harga Rp 40 juta.

"Model jual belinya tertutup, lewat komunitas hingga melalui media sosial," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto kepada wartawan, Jumat (26/8/2022).

Menurut Dirmanto, satwa-satwa tersebut dilindungi negara karena populasinya yang hampir punah.

binturong
Binturong, satwa dilindungi diperjual belikan secara ilegal dengan harga Rp 40 juta.

"Tapi oleh para pemiliknya dipelihara tanpa izin atau secara ilegal. Bahkan sebagian diperjualbelikan," jelansya.

Sepanjang tiga bulan, polisi bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) mengamankan sedikitnya 304 ekor satwa.

Dua ratus sembilan puluh satu ekor jenis burung, 11 ekor jenis mamalia, dan dua ekor jenis reptil.

Baca juga: BREAKING NEWS, Kapal Ikan di Bitung Sulawesi Utara Terbakar

Baca juga: Terkait Mahasiswi Unsrat Tewas Diduga Gantung Diri, Polisi Manado Akan Periksa Pacar dan Temannya

Selain cendrawasih dan binturong, satwa yang diamankan dari berbagai daerah di Jawa Timur antara lain, buaya muara, elang laut perut putih, walabi, kuskus, lutung, dan puluhan jenis burung.

Sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, satwa-satwa tersebut masuk kategori dilindungi.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan lima orang tersangka, yakni AK, DA, MHW, ZAI, dan APP.

Mereka dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) dan Pasal 21 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polda Jatim Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi, Cenderawasih Dijual Rp 20 Juta, Binturong Rp 40 Juta".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved