Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemilu 2024

Dua Kali Laporan Partai Berkarya Terkait Dugaan Pelanggaran Administrasi Ditolak Bawaslu

Meski baru tahapan Pemilu, Bawaslu telah beberapa kali menerima laporan dugaan pelanggaran administrasi yang diajukan partai politik.

Editor: Aswin_Lumintang
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Partai Berkarya mendaftar sebagai peserta pemilihan umum (Pemilu) 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Jumat (12/8/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Meski baru tahapan Pemilu, Bawaslu telah beberapa kali menerima laporan dugaan pelanggaran administrasi yang diajukan partai politik. Satu di antaranya yang aktif melaporkan dugaan pelanggaran di tahapan Pemilu adalah Partai Berkarya.

Sesuai informasi yang diperoleh, Partai Berkarya telah dua kali mengajukan laporan dugaan pelanggaran administrasi Pemilu 2024.

Namun dua laporan tersebut ditolak oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI).

Bawaslu RI
Bawaslu RI (tribunnews.com)

Diketahui Partai Berkarya tidak lengkap berkas pendaftarannya sebagai syarat untuk melanjutkan  ke tahapan Pemilu 2024.

Ada dua orang yang sama-sama mengajukan laporan dari Partai Berkarya yaitu pelapor Muchdi PR dan Nimran Abdurrahman.

Untuk pelapor Muchi PR laporan ditolak oleh Bawaslu RI pada Kamis (25/8/2022) lalu.

Sedangkan untuk pelapor Nimran Abddurrahman baru saja ditolak oleh Bawaslu RI, Jumat (26/8/2022) sore ini.

Baca juga: Info Polisi Manado, Baru Menjabat, Kompol May Diana Sitepu Sudah Bongkar Kasus Peredaran Obat Keras

Baca juga: Pdt Arina-Pnt Maurits Sepakat Majukan Multimedia, Pnt Recky: Kami Siap Optimalkan Dodoku-Radio Sion

Terkait pihak partai politik (parpol) mengajukan laporan lebih dari satu orang, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty memberi tanggapan.

Menurutnya selama pelapor merupakan anggota Warga Negara Indonesia (WNI) dan punya hak pilih, maka mereka bisa mengajukan laporan.

 "Seluruh pelapor ini WNI yang punya hak pilih (syarat formil) namun juga mewakili parpol dengan surat kuasa," ujar Lolly, Jumat (26/8/2022).

Sejauh ini dari 16 parpol yang tidak lengkap berkas pendaftarannya, terdata di Bawaslu ada tujuh parpol yang mengajukan laporan, empat parpol diterima laporannya dan lanjut ke tahap ajudikasi.

Adapun empat parpol yang diterima adalah Partai Pelita, Partai Indonesia Bersatu (IBU), Partai Bhinneka Indonesia, dan Partai Kedaulatan Rakyat.

Sedangkan parpol yang ditolak adalah Partai Karya Republik, Partai Berkarya, Partai Kongres.

Untuk empat parpol yang diterima akan kembali melanjutkan sidang pada Senin (29/8/2022) dan Selasa (30/8/2022) mendatang di Bawaslu RI.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Partai Berkarya Dua Kali Ajukan Laporan Dugaan Pelanggaran Administrasi, Semuanya Ditolak Bawaslu, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/08/26/partai-berkarya-dua-kali-ajukan-laporan-dugaan-pelanggaran-administrasi-semuanya-ditolak-bawaslu.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved