Berita Manado

5 Nelayan Manado yang Menganiaya 5 Pencuri Akhirnya Dibebaskan, Haryadi: Terima Kasih Kapolda

Lima nelayan asal Tumumpa Manado, yang ditahan selama 2 bulan dalam kasus penganiayaan terhadap 5 orang pencuri akhirnya dibebaskan pihak kepolisian

Penulis: Rhendi Umar | Editor: David_Kusuma
Dok Pengacara
Pengacara lima nelayan berterima kasih kepada Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Lima nelayan asal Tumumpa, Manado, yang ditahan selama dua bulan dalam kasus penganiayaan terhadap lima orang pencuri akhirnya dibebaskan pihak kepolisian, Kamis (25/08/2022).

Kuasa hukum dari para nelayan Vebry Tri Haryadi mengatakan,  keadilan restoratif telah diterapkan kepada para nelayan, yaitu Maikhel Rantung Mathiu, Safrial Rompas, Juandri Makatemu, Mario Muksil Mule dan Stefen Maleong.

"Kami sangat berterimakasih kepada bapak Kapolda Sulut, Irjen Pol Drs Mulyatno SH MM atas perhatiannya kepada kasus yang dialami klien saya," kata Haryadi.

5 Nelayan Manado yang Menganiaya 5 Pencuri Akhirnya Dibebaskan
5 Nelayan Manado yang Menganiaya 5 Pencuri Akhirnya Dibebaskan (Tribun manado/Rhendy Umar)
Keluarga para nelayan dari Tumumpa
Keluarga para nelayan dari Tumumpa (Dok Pengacara)

Lanjut Wakil Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Manguni Indonesia Sulut ini, pihaknya bersama pengurus Jejaring Panca Mandala Mapalus (JPM2) Sulut yang merupakan jejaring Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yaitu Stefen Liow, Jhon Hes Sumual, dan Advokat Christy A L Karundeng datang secara langsung untuk mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Sulut.

"Selain kami mengucapkan terima kasih, Pak Kapolda Sulut juga sangat menyambut baik kedatangan kami di ruangannya. Banyak hal yang kami bicarakan, salah satunya mengenai pembumian Pancasila sebagai idiologi pemersatu bangsa," jelas mantan wartawan ini.

5 Nelayan Manado yang Menganiaya 5 Pencuri Akhirnya Dibebaskan
5 Nelayan Manado yang Menganiaya 5 Pencuri Akhirnya Dibebaskan, foto bersama pengacara (Dok Pengacara)

Stefen Liow dan Jhon Hes Sumual juga menyatakan hal yang sama.

"Kami bangga dengan Pak Kapolda Sulut, nelayan telah mendapatkan keadilan restoratif. Sehingga mereka bisa kembali melaut dan menafkahi keluarga mereka," ujar Liow.

Setelah pertemuan dengan Kapolda Sulut, selanjutnya melakukan pertemuan dengan nelayan yang telah dibebaskan bersama dengan keluarga mereka di Tumumpa, Kota Manado.

Tampak begitu ceria wajah dari nelayan dan keluarganya, secara bergantian mereka mengucapkan rasa terimakasih kepada Kapolda Sulut, Kapolsek Tuminting, para penyidik di Polsek Tuminting serta kepada korban dan keluarga yang sudah saling berdamai dan memaafkan.

Seperti diberitakan, lima nelayan ini menganiaya lima pencuri, dan sama-sama melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.

Para pencuri hanya ditahan dua minggu karena telah disetujui keadilan restoratif serta keluarga sudah berdamai dan saling memaafkan, namun lima nelayan masih ditahan selama dua bulan baru dibebaskan.

Kejadian ini berawal saat para nelayan melakukan penganiayaan kepada lima pelaku yang kedapatan mencuri, menurut pengacara dari lima pencuri hanya 4 orang yang diproses.

Kala itu alat-alat dari para nelayan dicuri oleh para pelaku, maka di situlah terjadi kasus penganiyaan.

Kemudian para nelayan dilaporkan dengan laporan di Polsek Tuminting dengan nomor LP/63/VI/2022/Sek Tuminting/Resta Mdo/Sulut dalam kasus penganiayaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved