Sangihe Sulawesi Utara

Tangkap Ikan Gunakan Racun dan Kompresor, 4 Warga Sangihe Sulawesi Utara Diamankan

Lanal Tahuna bersama dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tahuna mengamankan 4 warga Asal Kampung Miulu,Sangihe

Penulis: Nelty Manamuri | Editor: Chintya Rantung
Ist
Lanal Tahuna bersama dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tahuna mengamankan 4 warga Asal Kampung Miulu, Kabupaten Sangihe 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Lanal Tahuna bersama dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tahuna mengamankan 4 warga Asal Kampung Miulu, Kabupaten Sangihe yang melakukan aksi penangkapan ikan dengan alat dan bahan dilarang serta penangkapan hewan yang dilindungi Penyu.

Bayu Y. Suharto selaku Kepala PSDKP Tahuna menjelaskan penangkapan yang dilakukan bersama dengan TNI Angkatan Laut Tahuna yang berlangsung pada Rabu, (24/08/2022) malam.

"Berawal dari informasi masyarakat pada kami terkait dengan adanya dugaan penangkapan ikan dengan menggunakan alat yang dilarang dan juga kegiatan penangkapan ikan menggunakan zat-zat beracun ataupun sianida dengan hal tersebut kami berkoordinasi dengan pangkalan angkatan laut Tahuna untuk melakukan operasi bersama-sama dalam rangka penertiban nelayan-nelayan," ucap Suharto saat press release di Kantor PSDKP Tahuna Rabu, (24/08/2022).

Hal tersebut dilakukan berdasarkan Undang-undang Perikanan yang menyebutkan setiap orang dilarang melakukan penangkapan ikan dengan alat bantu yang dilarang.

"Aturan ini juga sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati kepulauan Sangihe terkait dengan pelarangan seluruh warga masyarakat Sangihe dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan alat yang dilarang edaran tahun 2018 bulan Februari," katanya.

Selain menjaga kelestarian terumbu karang penangkapan ikan dengan menggunakan alat yang dilarang seperti kompresor dapat merusak kesehatan manusia.

"Alat kompresor akan berimbas kepada kesehatan masyarakat tersebut karena kita tahu bersama udara ataupun oksigen dari kompresor ini merupakan oksigen tidak murni," kuncinya.

Disamping itu Pasiintel Lanal Tahuna Mayor Laut (E) Cornelis Dehocman menyampaikan kerjasama dengan instansi-instansi terkait contohnya dari PSDKP dan instansi lainnya akan terus dilakukan.

"Kita akan melakukan patroli rutin dengan mendapatkan informasi ataupun tidak kita tetap melakukan patroli rutin karena hal-hal seperti ini juga dari angkatan laut sangat dilarang kita juga sudah koordinasi bahwa dari angkatan laut harus memberikan tindakan tegas atau memberikan peringatan tegas kepada masyarakat yang melanggar aturan," ucap Dehocman.

Adapun barang bukti yang berhasil di amangkan yakni perahu Pamo (Tanpa Nama), Mesin 15 PK, 1 Buah Kompresor, 3 Buah Selang sepanjang ± 45 Meter, Jubi 3 Buah, Kaki Bebek 3 Pasang, Pemberat 3 Buah, Senter 3 Buah, 3 Buah Masker Selam dan hasil tangkapan Jenis Ikan karang kurang lebih 50 Kg, Tripang 3 Ekor, Kima 3 Ekor,1 Ekor Penyu.(nel)

Baca juga: Pantas Bharada E Berani Ubah Kesaksian Soal Pembunuhan Brigadir J, Ternyata Ferdy Sambo Ingkar Janji

Baca juga: Dituding SCW, Begini Penjelasan Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved