Brigadir J Tewas

Akhirnya Terungkap Pernyataan Kapolri, Bharada E Lihat Brigadir J Terkapar di Depan Ferdy Sambo

Akhirnya terungkap pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menjelaskan bahwa Bharada E melihat Brigadir J sudah terkapar di depan Sambo.

Instagram Divisi Propam Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Irjen Ferdy Sambo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya terungkap pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menjelaskan bahwa Bharada E melihat Brigadir J sudah terkapar di depan Ferdy Sambo.

Kemudian, lanjut Kapolri, Ferdy Sambo menyerahkan senjata api miliknya kepada Bharada E.

"Saat itu saudara Richard menyampaikan bahwa melihat almarhum Yoshua terkapar bersimbah darah dan saudara FS berdiri di depan memegang senjata," kata Sigit.

Baca juga: DPR RI Minta Kapolri Diberhentikan Sementara dan Diganti Mahfud MD, Benny: Kita Nggak Percaya Polisi

Baca juga: Akhirnya Terungkap Kondisi Terkini Reza Hutabarat, Netizen: Kiranya Senyummu Tidak Hilang Lagi

Baca juga: Baru Terungkap Penyebab Jenderal Bintang 3 Takut Ferdy Sambo, Kamaruddin: Ada Orang yang Backup Dia

Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadiri rapat dengar pendapat di Komisi III DPR (YouTube DPR RI)

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolri Listyo Sigit saat menghadiri pemanggilan Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Diketahui, Brigadir J tewas diduga ditembak oleh sesama anggota polisi Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E melihat Brigadir Yoshua Hutabarat alias Brigadir J terkapar bersimbah darah di depan Irjen Ferdy Sambo.

Sigit menuturkan bahwa Ferdy Sambo menyerahkan senjata api miliknya kepada Bharada E.

Lalu, dia meminta Bharada E turut menembak Brigadir J dalam insiden berdarah tersebut.

Menurutnya, pengakuan Bharada E memang kerap berubah-berubah saat diperiksa penyidik Polri.

Sebab, kata Sigit, Bharada E dijanjikan Ferdy Sambo bahwa kasus penembakan itu dihentikan penyidikannya.

"Kita tanyakan kenapa yang bersangkutan berubah ternyata pada saat itu saudara Richard mendapatkan janji dari saudara MS untuk membantu melakukan atau memberikan SP3 terhadap kasus yang terjadi.

Namun faktanya Richard tetap menjadi tersangka," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved