Minggu, 17 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Ternyata Ada Sosok yang Layak Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J, Perannya Terungkap

Ternyata ada orang dekat Ferdy Sambo yang didesak jadi tersangka tewasnya Brigadir J.

Tayang:
Editor: Ventrico Nonutu
Dok Handout/via tvOne News
Brigadir J dan Irjen Ferdy Sambo. Ternyata ada orang dekat Ferdy Sambo yang didesak jadi tersangka tewasnya Brigadir J. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penanganan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat atau brigadir J terus berlanjut.

Hingga saat ini sudah ada lima tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, ajudan Irjen Ferdy Sambo.

Kelima tersangka tersebut merupakan orang dekat Brigadir J dalam menjalankan tugas.

Baca juga: Pesan Rocky Gerung Soal Kasus Pembunuhan Brigadir J Libatkan Ferdy Sambo, Soroti Ketegasan Kapolri

Baca juga: Akhirnya Polri Bongkar Fakta Terkait Isu Uang Rp 900 M di Bunker Rumah Ferdy Sambo, Sebut Hal ini

Sebelumnya Polri menetapkan empat orang tersangka yaitu Bharada E, Bripka RR, KM, dan Irjen Ferdy Sambo.

Kemudian Polri kembali menetapkan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo sebagai tersangka.


Foto: Irjen Ferdy Sambo bersama dengan para ajudan.

Kini ternyata ada orang dekat Ferdy Sambo yang didesak jadi tersangka tewasnya Brigadir J.

Hal ini disampaikan keluarga Bragadir J, Kamaruddin Simanjuntak.

Dilansir dari Tribun Jakarta, Kamaruddin menilai D alias Brigadir Deden layak jadi tersangka.

D dituding kerap menghasut Ferdy Sambo soal sosok Brigadir J.

“Hasutan yang memprovokasi bapak Ferdy Sambo dan istrinya," kata Kamaruddin melansir dari Youtube Kompas TV, Minggu (21/8/2022).

Dugaan ini dari rekaman di WhatsApp orang dekat Ferdy Sambo itu di ponsel Brigadir J.

Hasutan itu membuat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi menjadi bertengkar.

"Ajudan (Brigadir D) mengatakan almarhum pakai parfum yang sama dengan ibu.

D juga menghasut bahwa almarhum pernah dia pergoki menembak foto pak Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam," kata Kamaruddin.


Foto: Brigadir J.

Brigadir D diduga menghasut Ferdy Sambo dengan bercerita seakan-akan Brigadir J membocorkan rahasia sang jenderal ke istrinya.

“Menghasut Ferdy Sambo, mengatakan almarhum bocorkan rahasia ke ibu, dan bertengkar hingga ibu sakit," kata Kamaruddin.

Kamaruddin mengaku memiliki bukti hasutan tersebut yang terekam dalam bukti percakapan WhatsApp.

“Ada rekaman elektroniknya berupa percakapan elektronik pesan singkat whatsapp.” kata dia.

Jenderal yang Bikin Bharada E Bongkar Kejahatan Ferdy Sambo

Dibalik pengakuan Bharada E, ada sosok jenderal hebat yang bikin Bharada E buka suara bongkar kejahatan Ferdy Sambo.

Dia adalah Ahmad Dofiri.

Sosok Ahmad Dofiri baru-baru ini menjadi sorotan pasca kasus penembakan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Ahmad Dofiri adalah Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kabaintelkam Polri) yang ikut andil dan berperan penting dalam pengusutan kasus penembakan Brigadir J.

Ahmad Dofiri termasuk salah satu anggota tim khusus yang dibentuk Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam menangani kasus tersebut.

Dalam tim khusus tersebut, terdapat 4 perwira tinggi lainnya yang turut mengusut tuntas kasus penembakan sesama anggota polisi yang menggemparkan publik.

Ahmad Dofiri merupakan sosok berjasa yang berhasil membuat Richard Eliezer atau Bharada E mengungkap skenario palsu Ferdy Sambo atas penembakan Brigadir J.

Profil Ahmad Dofiri

Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Drs. H. Ahmad Dofiri, M.Si lahir di Indramayu 4 Juni 1967 dan merupakan seorang perwira tinggi Polri yang menjabat sejak 31 Oktober 2021.

Saat ini Ahmad Dofiri mengemban amanat sebagai Kabaintelkam Polri menggantikan posisi Komjen Pol Paulus Waterpauw.

Ahmad Dofiri merupakan lulusan terbaik Akpol 1989 dan menjadi penerima bintang Adhi Makayasa, ia berpengalaman dalam bidang SDM.

Karir Ahmad Dofiri dimulai setelah ia dipercaya menjadi Kanit Resintel Polsekta Tangerang Polda Metro Jaya pada tahun 1990.

Ahmad Dofiri memiliki sepak terjang cemerlang di kepolisian dan sudah menangani banyak kasus kejahatan di Indonesia.

Saat menjabat sebagai Kapolda DIY, Ahmad Dofiri menindak pelaku aksi kekerasan di jalanan yang sering disebut masyarakat Yogyakarta dengan istilah "klitih”.

Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Telah tayang di TribunJambi.com dan di TribunManado.co.id

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved