Brigadir J Tewas
Pesan Rocky Gerung Soal Kasus Pembunuhan Brigadir J Libatkan Ferdy Sambo, Soroti Ketegasan Kapolri
Pengamat politik, Rocky Gerung punya pandangan soal tewasnya Brigadir J dan dugaan keterlibatan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa tewasnya Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kini menjadi sorotan.
Pasalnya dalam peristiwa tersebut disebut banyak kejanggalan dan ada keterlibatan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J, hingga saat ini sudah ada 5 orang tersangka.
Baca juga: Pakar Curigai Sakitnya Putri Candrawathi Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Singgung Malingering
Baca juga: Sebut Brigadir J dan Bharada E Adalah Korban Ferdy Sambo, Deolipa Yumara: Dia Psikopat dan Biseksual
Salah satu yang menjadi tersangka yaitu Irjen Ferdy Sambo.
Pengamat politik, Rocky Gerung punya pandangan soal tewasnya Brigadir J dan dugaan keterlibatan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Foto: Rocky Gerung.
Kata Rocky Gerung masyarakat harus fokus mengawal masalah kriminal terkait kematian Brigadir J.
“Kalo persoalan besar ini diperlihatkan (masalah judi), seolah-olah masalah kriminalnya (intinya) hilang,” kata Rocky dalam kanal Youtube-nya, Jumat (19/8/2022).
"Jangan sampai kasus tembak menembak (penembakan Brigadir J) langsung dikaitkan dengan peta besar (grafik konsorsium). Soal peta besar itu menunggu hasil pengungkapan yang kriminal (pembunuhan)," ujarnya.
Rocky Gerung menyoroti ketegasan Kapolri terhadap isu yang beredar.
“Selama tidak ada ketegasan dari Pak Sigit (Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo) semua yang beredar akan diperbanyak untuk menekan percepatan reformasi internal,” ujar Rocky.
Rocky Gerung juga menyoroti grafik "Kekaisaran Sambo dan Konsorsium 303" yang dianggap menjadi beban baru bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Kita tunggu Jenderal Sigit (Kapolri) mengklarifikasi, apa ini sebenarnya. Karena banyak nama-nama di sana," katanya.
Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia Julius Ibrani menyoroti adanya perluasan isu Ferdy Sambo, jelas akan menutupi proses hukum itu sendiri.
“Kita harus tetap fokus pada kasus hukumnya (kasus pembunuhan). Isu-isu yang beredar saat saat ini jelas akan menutupi kasus hukumnya. Bahkan sangat mungkin dapat membuat publik lupa akan pengawasan terhadap pengungkapan kematian Brigadir J," ujar Julius.