Brigadir J Tewas
Akhirnya Terungkap Sosok Ajudan yang Jadi Penghasut Ferdy Sambo, Sering Memfitnah Brigadir J
Kamaruddin menyebut ajudan berinisial D sering melakukan hasutan kepada Ferdy Sambo sehingga memicu pertengkaran dengan Putri Candrawathi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya terungkap sosok ajudan yang sering melakukan hasutan kepada mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.
Hingga kini kasus pembunuhan Brigadir J masih belum menemukan titik terang, namun Kapolri Jenderal listyo Sigit Prabowo telah mengumumkan empat tersangka.
Keempat tersangka tersebut adalah Bharada E alias Richard Eliezer, Bripka RR alias Ricky Rizal, KM alias Kuat Ma'ruf, dan terakhir adalah FS alias Irjen Ferdy Sambo.
Baca juga: Akhirnya Terungkap Ferdy Sambo Diduga Terdeteksi Psikopat dan Biseksual, Deolipa: Sudah Kita Deteksi
Akan tetapi Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap bahwa ada pihak lain yang diduga turut mengancam Brigadir J sebelum pembunuhan itu terjadi.
Kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebut ajudan Ferdy Sambo berinisial D sering melakukan hasutan kepada mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sehingga memicu pertengkaran dengan Putri Candrawathi, istrinya.
Kamaruddin mengatakan hasutan yang dilakukan oleh ajudan berinisial D ini berupa memprovokasi Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan ajudan lainnya terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
"Dengan cara mengatakan ajudan ini (Brigadir J) pakai parfum sama dengan yang dipakai ibu (Putri Candrawathi). Kemudian menghasut, almarhum ini pernah dia pergoki menembak foto dari pak Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam."
"Kemudian menghasut Bapak Ferdy Sambo seolah almarhum ini adalah membocorkan rahasia daripada Ferdy Sambo kepada ibu sehingga memicu pertengkaran antara ibu dengan bapak sehingga menyebabkan ibu menjadi sakit," jelasnya dalam Sapa Indonesia Malam di YouTube Kompas TV, Sabtu (20/8/2022).
Informasi ini, kata Kamaruddin, diketahuinya lewat bukti yang dimilikinya berupa percakapan via WhatsApp atau WA.
Namun terkait apakah bukti percakapan itu berupa chat atau rekaman telepon, Kamaruddin tidak menjelaskan lebih lanjut.
"Itu terekam dalam percakapan ya, percakapan elektronik," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kamaruddin mengaku belum puas terhadap penetapan lima tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini.
Ia pun menginginkan Polri juga menetapkan ajudan inisial D ini ditetapkan sebagai tersangka.
"Belum, karena dari antara sembilan (yang dilaporkan) yang saya ucapkan pertama itu masih ada kekurangan empat (orang) lagi yaitu di antara para ajudan (Ferdy Sambo). Khususnya yang berinisial D yang sering menghasut daripada Bapak Ferdy Sambo," katanya.