Sosok
Sosok WR Supratman, Pencipta Lagu Indonesia Raya, Pernah Dipanggil dan Diinterogasi Belanda
Sosok Wage Rudolf Supratman atau WR Supratman merupakan seorang pahlawan nasional yang ikut berperan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Di studio tersebut, ia membuat rekaman piringan hitam lagu Indonesia raya dalam versi instrumen biola dan orkes keroncong.

Foto: Biola milik WR Supratman tokoh Sumpah Pemuda yang mengiringi lagu Indonesia Raya pertama kali di Kongres Pemuda 28 Oktober 1928.
Namanya WR Supratman semakin dikenal setelah lagu Indonesia dinyanyikan bersama pada kongres kedua Partai Nasional Indonesia (PNI), 18-20 Mei 1929.
Puncaknya pada 1930, saat itu pemerintah kolonial menyatakan bahwa lagu Indonesia Raya ini berbahaya karena telah menganggu ketertiban dan ketentraman umum, lagu itu juga dilarang untuk diperdengarkan di hadapan umum.
Pada akhirnya WR Supratman dipanggil oleh aparat Belanda, ia diinterogasi maksud dan tujuan menciptakan lagu Indonesia Raya karena menurut pemerintah kolonial lagu itu untuk menghasut rakyat agar melakukan pemberontakan terhadap pemerintah kolonial.
WR Supratman membantah tuduhan itu, dan memberikan bukti-bukti kuat, akhirnya ia dilepaskan.
Sebelum meninggal pada 17 Agustus 1938, W.R Supratman memberi pesan terakhir yang berisi “Nasibkoe soedah begini inilah jang disoekai oleh pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal saja ikhlas. Saja toch soedah beramal, berdjoeang dengan carakoe, dengan bolakoe, saja jakin Indonesia pasti Merdeka”.
Dalam lirik lagu Indonesia Raya 3 Stanza ini bisa dilihat dari lirik stanza ketiga mengandung doa.
Ketika WR Supratman menciptakan, tidak ada lirik 'Indonesia Raya' melainkan "Indonesia Mulia'.
Berikut lirik lagu Indonesia Raya 3 stanza dikutip dari kemdikbud.go.id:
Indonesia Raya
I
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/wr-supratman_20181021_150400.jpg)