KKB Papua
KKB Papua Klaim Lakukan Pembakaran dan Serang Pos TNI, Tolak Perayaan HUT Kemerdekaan RI
Panglima TPNPB Kodap VIII Kemabu Intan Jaya Undius Kogeya yang memimpin pasukannya menyerbu Pos TNI Mamba pada pukul 10.00 Wita.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali berulah.
Kali ini KKB membakar Barak Pemuda dan Olahraga, di Kampung Mamba Kabupaten Intan Jaya , Selasa (16/8) sekira pukul 10.37 WIT.
KKB Papua melakukan aksi teror jelang peringatan HUT ke 77 Kemerdekaan RI.
Baca juga: Maknai HUT ke 77 RI, Aston Manado Sulawesi Utara Berbagi dengan Para Veteran
Dilaporkan, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka ( TPNPB-OPM ) Kodap VIII Kemabu Intan Jaya menyerang pos TNI di Mamba, Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya pada Selasa 16 Agustus 2022.
Panglima TPNPB Kodap VIII Kemabu Intan Jaya Undius Kogeya yang memimpin pasukannya menyerbu Pos TNI Mamba pada pukul 10.00 Wita.
Klaim tersebut disampaikan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM melalui siaran pers terbarunya tanggal 16 Agustus 2022.
Informasi tersebut dibagikan akun YouTube Bin Dumky kemudian dibagikan Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom.
Dijelaskan bahwa Manajemen Makas Pusat Komnas TPNPB-OPM telah terima laporan langsung dari Panglima Kodap VIII Kemabu Intan Jaya Undius Kogeya bahwa pasukannya berhasil menyerang pos militer Indonesia di Mamba.
Undius Kogeya melaporkan melalui telepon selulernya.
"Mereka berhasil serang pos militer Indonesia di Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya, dan kontak senjata telah berlangsung antara pasukan teroris yaitu militer dan polisi Indonesia dengan pasukan TPNPB di bawah Komando Undius Kogeya," demikian pernyataan Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM.
"Pasukan Undius Kogeya berhasil bakar rumah atau bangunan sebagai pos militer pada pukul 10:10 pagi waktu Papua," tambahnya.
Undius Kogeya menyatakan bahwa bangsa Papua menolak pendudukan ilegal Indonesia di tanah leluhur, yaitu Tanah Papua.
"Penembakan ini merupakan aksi penolakan bangsa Papua atas peringatan atau perayaan HUT Negara Republik Indonesia di seluruh Tanah Papua," tegasnya.
Dia belum bisa memastikan berapa yang menjadi korban dalam penyerangan itu. Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM menyatakan bertanggungjawab atas siaran pers ini.