Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Baru Terungkap Sosok Jenderal Bintang 3 Tegas ke Kapolri Listyo Sigit Prabowo Soal Kasus Ferdy Sambo

Perkataan Jenderal Bintang 3 ke kapolri: Kalau Bapak tidak mau laporan ini dan segera tersangkakan Ferdy Sambo, besok pagi saya mundur.

Kolase Tribun Manado
Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan kepada publik bahwa ada sosok Jenderal Bintang Tiga di tubuh Polri yang menjumpai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan menyatakan akan mundur jika kasus Irjen Ferdy Sambo tak diproses dan tak dijadikan sebagai tersangka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelum Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka, ada pertemuan yang terjadi di internal Polri. 

Ada sosok jenderal bintang tiga yang menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

jenderal bintang tiga ini menyampaikan hal tegas kepada kapolri.

Hal ini diungkap oleh Menko Polhukam Mahfud MD

Dia membeberkan kepada publik bahwa ada sosok jenderal bintang tiga di tubuh Polri yang menjumpai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Pernyataannya tegas yaitu, jenderal bintang tiga tersebut menyatakan akan mundur jika kasus Irjen Ferdy Sambo tak diproses dan tak dijadikan sebagai tersangka.

“Saya tahu ada seorang jenderal bintang tiga yang datang (ke Kapolri), ucapannya begini: 'Kalau Bapak (Kapolri) tidak mau laporan ini dan segera tersangkakan Ferdy Sambo, besok pagi saya mundur',” ujar Mahfud MD dalam acara ILC Karni Ilyas, yang dikutip Minggu (14/8/2022).

Menko Polhukam, Mahfud MD menambahkan bahwa sosok jenderal ini sudah mau pensiun, sehingga ia ingin mengakhiri masa jabatannya dengan mengungkap kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini.

Brigadir J dan Mahfud MD.
Brigadir J dan Mahfud MD. (Kolase Tribun Manado)

“Kata si Jenderal ini karena saya sudah mau pensiun, tidak ada gunanya juga kalau saya dicemari tidak mampu mengungkap kasus ini. Yang begitu-begitu kan publik enggak tahu juga,” kata Mahfud MD.

Mahfud MD juga menceritakan bahwa Kapolri memang sempat dipanggil Presiden Jokowi soal kasus Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabara (Brigadir J) ini. Kasus ini menyangkut marwah dan harga diri Polri.

“Siangnya Presiden memanggil Polri. Lalu sorenya saya dipanggil. Kata presiden, 'sebagai presiden percaya kepada Polri untuk menuntaskan kasus ini',” jelas Mahfud MD.

“Kata presiden juga, ini masalah sederhana. Bisa tuntas dengan syarat harus cepat,” sambungnya.

“Kalau tidak cepat kan bisa berkurang tingkat kepercayaan. Kan gitu hehehe,” pungkas Mahfud.

Mahfud MD juga bercerita mengenai paradigama Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto yang pada awalnya mengikuti skenario rekayasa yang dilancarkan Irjen Ferdy Sambo.

“Namun pada akhirya perspektif dan paradigma Pak Benny ini kan berubah sesudah menerima penjelasan dari saya. Saya bilang persfektif harus diubah melihat kasus ini. Buang dulu soal tembak-menembak,” jelasnya lagi.

Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J, dan Kapolri.
Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J, dan Kapolri. (Kolase Tribun Manado)
Halaman
123
Sumber: TribunMedan.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved