Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Deolipa Yumara Bongkar Kebiadaban Ferdy Sambo, Ternyata Suami Putri Ikut Menembak Brigadir J

Deolipa Yumara, mantan Kuasa Hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E disebut ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Istimewa/Internet/HO
Deolipa Yumara, mantan Kuasa Hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E disebut ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Fakta baru terungkap kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dugaan Irjen Ferdy Sambo yang turut ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Kekejaman Ferdy Sambo tersebut terjadi dalam insiden berdarah di rumah dinasnya, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca juga: [EKSKLUSIF] Eks Pengacara Bharada E Deolipa Yumara Sebut Ferdy Sambo Ikut Menembak Brigadir J

Fakta ini disampaikan langsung oleh mantan Kuasa Hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Deolipa Yumara dalam acara Aiman Kompas TV.

Deolipa Yumara, mantan Kuasa Hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E disebut ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Keterangan itu disampaikan Deolipa Yumara saat Aiman Witjaksono memastikan bahwa Irjen Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J di Program Aiman KOMPAS TV, Senin (15/8/2022).

“Iya dong, menembak dia (Ferdy Sambo -red),” ucap Deolipa.

Aiman kemudian mengonfirmasi apakah senjata yang digunakan Irjen Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J adalah Glock 17.

Deolipa mengaku tidak tahu soal senjata yang digunakan Irjen Ferdy Sambo saat menembak Brigadir J.

“Ya saya enggak tahu, tapi dia (Bharada E) menembak, Sambo menembak, ini situasional kan, habis itu katanya Sambo menembak ke dinding,” ungkap Deolipa.

Kepada Aiman, Deolipa memastikan bekas kliennya tersebut tidak mempunyai motif untuk menembak Brigadir J terlebih membunuhnya.

Apa yang dilakukan bekas kliennya tersebut, kata Deolipa, adalah karena perintah dan tidak ada kepentingan dalam peristiwa itu.

Deolipa mengaku tidak tahu soal senjata yang digunakan Irjen Ferdy Sambo saat menembak Brigadir J.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved