Brigadir J Tewas
Baru Terungkap Rupanya Setelah Bunuh Brigadir J, Ferdy Sambo tak Langsung Bereskan Mayat Sang Ajudan
Ya Baru terungkap setelah membunuh Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo ternyata tak langsung membereskan mayat sang ajudan.
(Geledah rumah Irjen Ferdy Sambo - Anggota Timsus kasus kematian Brigadir J geledah rumah Ferdy Sambo (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)
Menurut ajudannya, Brigjen Hendra tidak langsung masuk ke TKP. Hendra dan Sambo berbincang di area garasi.
Sambo mengisahkan kronologi tewasnya Brigadir J kepada Hendra, tentu sesuai dengan versinya sendiri.
"Masuk ke dalam pun udah kayak posisi mau diberes-beresin semuanya," kata Seali berdasarkan cerita yang disampaikan Hendra kepadanya.
Tidak lama, kematian Brigadir J menjadi sorotan media lantaran keluarga J merasa ada sesuatu yang janggal.
Timsus Polri kemudian dibentuk olej Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo guna mengusut tuntas perkara ini.
Imbas kasus Brigadir J, Ferdy Sambo dicopot dari jabatan Kadiv Propam.
Begitu pun Hendra yang dinonaktifkan sebagai Karopaminal Divisi Propam.
Usai penonaktifan itu, kata Seali, suaminya sempat berkomunikasi dengan Sambo. Seali mengungkapkan isi percakapan Hendra dan Sambo.
"Kayak 'Ndra cuma elo orang yang gue percaya, demi Tuhan' gitu kan," ucap Seali menirukan dialog Sambo ke Hendra.
Dia mengatakan, saat itu, suaminya masih belum mengetahui bahwa Sambo merekayasa kematian J.
Artinya, Hendra juga belum tahu jika Sambo adalah dalang pembunuhan J.
Ia baru tahu bahwa Sambo adalah orang yang menyuruh Bharada E untuk mengeksekusi Brigadir J saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Sambo sebagai salah satu tersangka, Selasa (8/8/2022).
(Syahar Diantono saat masih berpangkat Kombes Pol menjabat Kabagpenum Divhumas Polri (kiri) dan Irjen Ferdy Sambo (kanan). Inilah profil Irjen Syahar Diantono yang kini menjabat sebagai Kadiv Propam menggantikan Ferdy Sambo. Ternyata satu angkatan dengan Kapolri. (Kolase Tribunnews)