Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Baru Terungkap Ternyata Bharada E Diimingi Ini oleh Atasannya, Tutup Mata Tembak Brigadir J

Bharada E diminta untuk menjalani dan memberikan kesaksian soal penembakan Brigadir J sesuai dengan skenario. Baru Terungkap Bharada E Diimingi apa.

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
Tribunnews.com/Kompas.com
Baru Terungkap Ternyata Bharada E Diimingi Ini oleh Atasannya, Tutup Mata Tembak Brigadir J 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru terungkap lagi fakta baru dari kasus tewasnya Brigadir J.

Brigadir J yang awalnya dikabarkan baku tembak dengan Bharada E, ternyata memang sengaja ditembak tanpa perwanan.

Brigadir J ditembak oleh teman-temannya.

Salah satunya yakni Bharada E.

Bharada E mengakui semua itu dan ia juga membongkar soal adanya imingi-imingi oleh atasannya.

Kuasa hukum Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, yakni Deolipa Yumara mengungkap isi perintah atasan kliennya sebelum mengeksekusi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas irjen Ferdy Sambo bulan lalu.

Dalam perintah tersebut, Deolipa Yumara menyebut kliennya juga mendapatkan iming-iming dari atasannya dalam kasus penembakan Brigadir J.

Namun iming-iming yang dimaksud Deolipa Yumara bukan berupa uang.

Sekedar informasi, Bharada E ramai disebut menerima uang demi menjalakan 'skenario' yang telah dibuat atasannya dalam kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, awal Juli lalu.

Dugaan tersebut pertama kali diungkap oleh pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjutak.

Deolipa Yumara dengan tegas membantah Bharada E menerima uang.

Deolipa Yumara bongkar iming-iming atasan untuk <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/bharada-e' title='Bharada E'>Bharada E</a> setelah tembak <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/brigadir-j' title='Brigadir J'>Brigadir J</a>.

(Baru Terungkap Ternyata Bharada E Diimingi Ini oleh Atasannya, Tutup Mata Tembak Brigadir J)

"Tidak pernah ada aliran uang dalam keterangan Bharada E," ucap Deolipa saat menjadi narasumber di CNN, pada Minggu (7/8/2022)..

Deolipa kemudian menyinggung soal bujukan-bujukan halus yang didapat oleh Bharada E.

"Bujuk-bujuk ada, tapi tidak ada aliran uang," kata Deolipa.

Deolipa Yumara mengatakan, Bharada E diminta untuk mengikuti skenario pembunuhan Brigadir J.

Dia diming-imingi jaminan dirinya tetap aman setelah melakukan perbuatan melawan hukum itu.

“Perintah ‘ikutilah skenario ini supaya nanti kamu aman’, kemudian ‘yang namanya kami pimpinan, kamu laksanakanlah perintah dari kami’, begitu (isi perintah atasan Bharada E),” kata Deolipa Yumara dalam video wawancaranya berjudul ‘Merasa Tertekan, Bharada E Ngaku Dipaksa Ikuti Skenario Ferdy Sambo’ yang tayang di kanal YouTube tvOneNews, Selasa, (9/8/2022).

Akhirnya Terungkap Kesaksian Mengejutkan Terbaru <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/bharada-e' title='Bharada E'>Bharada E</a>, Disuruh Atasan:

 

(Baru Terungkap Ternyata Bharada E Diimingi Ini oleh Atasannya, Tutup Mata Tembak Brigadir J)

Terkait tudingan Bharada E menerima uang, Deolipa mengaku siap apabila PPATK melakukan penyelidikan terhadap kliennya.

"Sangat siap sekali, boleh silakan ditrack," imbuhnya.

Namun begitu, Deolipa Yumara membenarkan kabar yang mengatakan kliennya diminta atau diperintah seseorang dalam penembakan Brigadir J.

Bharada E diminta untuk menjalani dan memberikan kesaksian soal penembakan Brigadir J sesuai dengan skenario yang telah disiapkan.

Kesaksian Bharada E yang mulanya mengaku menembak Brigadir J, karena adanya dugaan pelecehan seksual ke istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi kini dibantah.

"Cerita terdahulu yang disampaikan dalam BAP tidak benar," kata Deolipa.

"Dia bikin di bawah tekanan pihak-pihak luar,"

"Dia cerita dia ditekan kemudian dibuatkan skenario,"

"Akhirnya dia ceritakan yang sebenar-benarnya kepada kami," imbuhnya.

Akan tetapi Deolipa enggan membocorkan pengakuan terbaru kliennya secara gamblang.

Fakta <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/bharada-e' title='Bharada E'>Bharada E</a> Disuruh Ferdy Sambo Tembak <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/brigadir-j' title='Brigadir J'>Brigadir J</a>.

(Baru Terungkap Ternyata Bharada E Diimingi Ini oleh Atasannya, Tutup Mata Tembak Brigadir J

Bharada E Ketakutan Tembak Brigadir J

Sambil pejamkan mata, terungkap Bharada E ternyata ketakutan saat mengeksekusi Brigadir J.

Baru terungkap juga bahwa Bharada E dan Brigadir J ternyata bersahabat baik.

Oleh sebab itu, pantas saja Bharada E merasa ketakutan dan menutup matanya saat dipaksa mengakhiri hidup teman baiknya, Brigadir J.

Ini terungkap dari cerita Bharada E saat insiden mencekam di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo dibongkar kuasa hukumnya, Deolipa Yumara.

Menurut Deolipa Yumara, Bharada E hanya menerima perintah dari atasannya untuk 'mengeksekusi' Brigadir J.

Apalagi, Baharada E merupakan prajurit Brimob yang tunduk pada atasannya.

Kepada Deolipa, Bharada E bercerita jika ia saat itu merasa ketakutan saat menjalankan perintah atasannya itu.

Sebab, jika tak melakukan perintah untuk menembak Brihadir J, justru dirinya yang akan 'dieksekusi' oleh atasannya itu.

"Dia mengaku salah paling enggak. ( Bharada E) ini kan Polisi Brimob, dan menjalankan perintah atasan," kata Deolipa saat wawancara khusus dengan Wakil Direktur di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (9/8/2022).

"Tapi 'saya juga takut' kata dia kan, tapi ketakutan juga kalau saya tidak menembak ( Brigadir J), saya yang ditembak. Kan gitu. Sama yang nyuruh nembak," kata Deolipa seraya menirukan ucapan Bharada E.

Deolipa juga mendengar curahan hati  Bharada E.

Di mana, saat menembak  Brigadir J,  Bharada E dengan perasaan takut dan memejamkan mata.

"Makanya dia sembari memejamkan mata, door..door..door. gitu aja," ungkap Deolipa menceritakan curhat  Bharada E.

Deolipa pun menyadari bahwa perintah atasan di institusi Polri memang kadang susah untuk dibantah bahkan kerap menyerempet dengan pelanggaran hukum.

"Karena dia itu prajurit Brimob yang terbiasa perintah komando, tentu atas arahan komando tadi dijalankan," sambungnya.

Ia juga mendapat cerita dari Bharada E bahwa peristiwa penembakan Brigadir J terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta.

Peristiwa penembakan itu, kata Deolipa menceritakan ulang perkatakan ulang perkataan  Bharada E, terjadi begitu cepat dan hanya beberapa menit.

"Kalau secara curhatnya dianya ( Bharada E) begitu, beberapa menit saja itu kejadiannya. Secara curhat ya bukan projustisinya, karena dia curhat juga sama saya. Begitulah kira-kira, singkat saja," jelasnya.

(*/ Tribun-Medan.com)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Jakarta

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com 

Sumber: TribunMedan.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved