Nasional

Harga Mie Instan Terancam Naik 3 Kali Lipat, Mentan: Saya Bicara Ekstrem Saja

Harga mie instan akan naik tiga kali lipat yang diakibatkan kenaikan harga gandum dunia. Hal ini merupakan imbas dari perang Rusia-Ukraina.

Editor: Isvara Savitri
Pho KONTAN/Achmad Fauzie
Ilustrasi mie instan. Harga mie instan akan naik tiga kali lipat, imbas dari kenaikan harga gandum. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga mie instan dikabarkan akan naik tiga kali lipat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Kenaikan harga mie tersebut disebabkan kenaikan harga gandum.

Seperti diketahui, perang Rusia-Ukraina sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga gandum.

Mentan SYL menjelaskan, saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara.

Sementara Indonesia menjadi salah satu negara yang bergantung pada impor gandum.

Baca juga: Peran Irjen Ferdy Sambo hingga Bharada E dalam Dugaan Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J

Baca juga: 4 Tersangka Termasuk Irjen Ferdy Sambo Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Terancam Hukuman Mati

"Jadi hati-hati yang makan mie banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujar Mentan dalam webinar Strategi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global, Senin (8/8/2022).

Lebih lanjut Mentan mengatakan, ketersediaan gandum dunia sebetulnya ada, namun karena konflik global tersebut membuat masalah pada rantai pasok sehingga berimplikasi pada harga gandum yang menjadi mahal.

"Ada gandumnya, tetapi harganya akan mahal banget, sementara kita impor terus ini, kalau saya jelas tidak setuju, apapun kita makan saja, seperti singkong, sorgum, sagu," kata Mentan.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Selasa (14/6/2022).
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Selasa (14/6/2022). (Tribunnews.com/Taufiq Ismail)

Selain masalah gandum, SYL juga mengatakan, efek dari konflik global tersebut membuat distribusi pupuk ke Indonesia tersendat.

Sementara Indonesia juga tercatat menjadi importir pupuk dari Rusia maupun Ukraina.

Hal ini dinilai akan membuat harga pupuk menjadi mahal, sehingga pemerintah bakal mengurangi pupuk subsidi.

Baca juga: Ancaman Hukuman Irjen Ferdy Sambo, Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J, Sama dengan Anak Buah

Baca juga: Menikmati Keindahan di Desa Wori Minahasa Utara, Jarak Tempuh 1 Jam dari Manado Sulawesi Utara

Oleh sebab itu Mentan meminta petani hingga akademisi untuk mau memanfaatkan pupuk organik.

"Kalau tunggu pupuk subsidi pasti tidak bisa itu, kita adaptasi dengan cara kita, banyak orang yang sukses tanpa menggunakan pupuk subsidi. Semua kearifan lokal misalnya air dicampur terasi terasi dicampur doa ternyata hasilnya bagus. Jangan tunggu pupuk turun yang ada di dunia adalah krisis pupuk," kata Mentan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mentan SYL Sebut Harga Mi Bakal Naik Tiga Kali Lipat".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved